Selasa, 25 Desember 2012 0 komentar

Resolusi Untuk Negeri 2013


Resolusi Untuk Negeri 2013, dari nama acaranya udah horror dulu ya? Untuk Negeri pula… Hmmm, setelah melepas baju sebagai mahasiswa, saya belum pernah lagi terjun ke masyarakat. Lah ini acara judulnya resolusi untuk negeri?


Tanggal 16 desember 2012, sekitar 1 pekan yang lalu saya dan teman saya Richa mengikuti Resolusi  Untuk Negeri 2013 yang diadakan oleh Komunitas Sukses Mulia. Sebenarnya yang mengajak saya buat ikut ya si Richa ini :D Kami sama2 menjadi follower kakek jamil Azzaini. Jadi, saya langsung mau pas diajak. Acaranya dilaksanakan di Aula Garda Oto Jl. TB Simatupang Jaksel. Yang datang banyak banget sampai banyak yang gak dapat tempat duduk. Total peserta di atas 150 dari berbagai usia, mulai anak-anak SD (diajak emak n bapaknya kali ya), anak SMA, anak kuliah, karyawan, entrepreneur, dokter, pengusaha(Mas mono, pemilik Kebab Baba Ravi).

Sempat kaget juga karena tiba2 ada penganugerahan Indonesia Social Challenge. Yakni sebuah lomba membuat proposal program yang bermanfaat buat masyarakat, berikut pemenangnya:
Juara 1: Halal Android System karya Syahri Utama, Hadiah: Paket 55 Juta (Franchise Baba Ravi)
Sebuah system yang memberikan informasi mengenai restoran terdekat
Juara 2: Sustainable Baby Plan karya Aan Supriyatna
Setiap lahir 1 bayi, ortunya akan menanamkan 1 pohon untuknya yang akan sama2 tumbuh berkembang
Juara 3: Tong Sampah Motivasi karya Musfito


Trus juga ada sosialisasi SOS (satu Orang Satu) yakni sebuah program CSR dari suatu usaha. Misal, setiap terjual 1 busana muslim lengkap, maka akan disedekahkan 1 kerudung, subhanallah banget kan? Ini nih, niru matematika sedekah. Makin banyak sedekah, makin banyak pula rezekinya J Saya jadi pengen segera buka usaha nih…

Setelah penganugerahan kepada para pemenang, lalu ada sedikit prolog dari Pak Jamil yang selalu energik dan atraktif… Beliau bilang, yang bisa menyebabkan kita bebas finansial adalah melalui pendidikan dan bisnis.

Lalu disambung membahas tentang proposal (resolusi) hidup supaya kita terus bergerak, terus berkarya, dam tidak malas… yang ke depannya, apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi hormon-hormon kita J
Selanjutnya membacakan resolusi dari masing-masing peserta ke depan kelompok masing-masing. Ada yang hampir nangis pas bacanya….

Saya pun membuat resolusi untuk diri saya, keluarga, dan masyarakat.
Tahun 2013 adalah tahun membuka usaha HALAL dan SUKSES MULIA menuju kebebasan finansial dan terlepas dari status cukup menjadi “buruh”. Bismillah, pasti bisa!


0 komentar

Kaleidoskop 2012: Cinta


Mengingatmu, bagai membuat gunung-gunung kemungkinan,
Kemungkinan yang mungkin itu sebuah fatamorgana,
Atau mungkin juga kemungkinan akan menjadi bersama…

Masa lalu, mungkin memang kita pernah dipertemukan.
Membentuk romantisme-romantisme.
Musim telah berganti,
Tak terasa aku merasa semakin jauh,
Waktu dan jarak telah memisahkan,
Mungkin kau pernah memupuk harapan atasku waktu itu,
Harapanmu membuatku rindu, rindu atas romantisme
Romantisme yang bisa aku hitung dengan jari-jari tanganku,
Walau aku sadar, tiada genap 10 biji, tapi ternyata itu membekas dan meninggalkan jejak yang aku baru sadari 7 musim kemudian, yang ternyata kau menyimpannya dengan rapi, yang kemudian membuatku sadar, ternyata itu berharga buatmu, dan sekarang juga buatku
Tetapi apalah pula penting semua itu

Semua telah berbeda,
Penyesalan tiada lagi berguna

Jikalau semua ini akan begini adanya
Mungkin ikhlaslah yang akan menjadi pelipur
Bukan berarti putus asa
Tetapi menerima untuk waktu ini,
Menerima kenyataan yang memisahkan karena keadaan dan pilihan

Jikalau, semua telah ditakdirkan
Kunci-kunci rahasia kehidupan telah terbuka satu-satu
Kita akan tersenyum
Masa lalu akan menjadi kenangan
Kenangan yang indah untuk dikenang


Jumat, 21 Desember 2012 0 komentar

Sweet Memories With My Ibuk


Waktu masih SD
Ibuk selalu perhatian kepada anak-anaknya. Pernah suatu ketika, Ibuk pernah memarahi aku dan Rizal. Kami biasa bertengkar karena berebut mainan bahkan makanan. Bagai kucing dan tikus. Tetapi setelah Ibuk marah, kami ‘terpaksa’ akur. Dan aku sadar waktu itu, aku memang sangat keras kepala dan tak mau mengalah kepada adikku.

Waktu aku kelas 3 SD dan mengalami kecelakaan sehingga harus berhenti sekolah selama 3 bulan karena tangan kiri retak. Ibuk selalu sabar untuk menyuapiku, menyiapkan segala keperluanku, dan merasa bersalah karena mengajakku berbelanja berakibat petaka.

Saat krisis 1998 melanda Indonesia, bahkan harga beras pun naik dari Rp 500,- menjadi Rp 2.000,- sungguh memberatkan kami. Keluarga kami keluarga petani. Ibuk tak punya uang dan hanya bisa menanak nasi berlauk sambal kelapa buat kami sekeluarga dan beliau tak mengeluh. Ibuk bilang,”Sudahlah, semua masyarakat Indonesia pasti keadaannya juga susah seperti kita.”

“Padahal sekian persen masyarakat Indonesia kan kaya,”gumamku setelah aku beranjak memahami sedikit mengenai perekonomian Indonesia, semenjak di bangku SMA.

Kata-kata Ibuk pun berulang setiap ada krisis, setiap ada inflasi yang gak ketulungan, setiap keuangan keluarga lagi seret. Bahkan saat harga cabai menembus harga Rp 100.000/kg, kata-kata ajaib itu pun muncul dan aku tak bisa berargumen lagi, speechless!

Waktu SMP
Raut mukanya berseri-seri, Ibuk mengambil rapot-ku. Beliau memamerkan senyum bahagia karena aku hampir selalu rangking 1 di kelas dan meraih rangking parallel di sekolahku. Beliau tak pernah menuntut anaknya supaya juara satu. Beliau hanya ingin anaknya menikmati setiap proses pembelajaran dengan hati riang.

Setiap mau ujian, Ibuk akan selalu memasakkan nasi plus telor ceplok atau dadar untuk aku dan adikku dengan alasan supaya kami pintar (nutrisi otak terpenuhi). Kebiasaan ini berlanjut sampai aku SMA.

Waktu SMA
Ketika aku sakit&tertidur, Ibuk datang mencium keningku. Hal ini sangat jarang dilakukan (mungkin terakhir kali pas aku balita). Pasti beliau sangat khawatir. Waktu itu, aku sakit batuk pilek parah, badan panas, padahal sedang kelas 3, waktu padat-padatnya belajar… Tengah malam datang menghampiri, mengecek kalau terjadi apa-apa denganku, tak kenal lelah.

Waktu Kuliah
Ibuk selalu bilang kepadaku,”Nak, Ibuk tak punya apa-apa, Ibuk hanya bisa mendoakanmu sehabis sholat 5 waktu dan tahajud, semoga kuliahmu lancar. Ibuk sekarang sholat Dhuha dan baca Al Ma’tsurat, Nduk.”

Saat Ini
Ibuk selalu memiliki hati yg luas untuk memaafkan kesalahan anaknya, keinginannya sangat sederhana, supaya kami terbebas dari belitan finansial, tetapi terkadang pemikiranku terlalu rumit sehingga membuatnya terluka. Namun, akhir-akhir ini, beliau sering meminta maaf kepadaku, jika ada kata-kata yang salah kepadaku. Padahal, ketika umurku sudah hampir seperempat abad, aku belum mampu membahagiakannya… Semoga Ibuk selalu sehat dan selalu dalam penjagaan terbaik dariNya. Aamiin….

Happy Mother Day J

*ketika diri ini belum mampu berbuat lebih untuk Ibuk
Kemang, Jakarta Selatan, 21 Desember 2012


Sabtu, 15 Desember 2012 0 komentar

BIOGRAFI ASMA' BINTI ABU BAKAR



Mulia, cerdas dan pantang menyerah. Begitulah sejarah peradaban Islam mencatat sosok wanita pejuang bernama Asma binti Abu Bakar ash-Shiddiq.  

Muslimah yang lahir 27 tahun sebelum hijrah itu adalah putri Khalifah Abu Bakar RA. Mujahidah yang usianya lebih tua 10 tahun dibandingkan Aisyah RA itu dikenal sebagai seorang yang dermawan.

Asma adalah saudari istri Rasulullah, Aisyah RA, namun berbeda ibu. Ia adalah saudara kandung Abdullah bin Abu Bakar. 

Putri Abu Bakar itu termasuk salah satu wanita di Kota Makkah yang pertama masuk Islam. Setelah 17 sahabat mengucap dua kalimah syahadat, Asma pun kemudian membaiat Rasulullah SAW.

Pengabdian dan pengorbanan Asma membela agama Allah SWT begitu besar. Tak heran jika ia digelari ''Dzatun Nithaqaini” (wanita yang memiliki dua selendang).  

Alkisah, ketika Rasulullah SAW dan Abu Bakar bersiap-siap untuk hijrah di malam hari, dengan penuh kecintaan terhadap Islam dan Rasul-nya, ia menyobek selendangnya menjadi dua helai. Helai pertama digunakannya untuk menutupi tempat makan atau bekal Rasulullah SAW dan sisanya untuk menutupi kepalanya. 

Ketika terjadi peperangan antara kaum Muslimin dan penduduk Syam, mereka mengolok-olok putra Asma yang bernama Abdulah Ibnu Zubair dengan julukan "Dzatun Nithaqain".

Seusai pertempuran, Abdullah menanyakan julukan itu kepada sang bunda. Asma pun membenarkan julukan yang diberikan kepadanya itu, ''Demi Allah, itu adalah benar." 

Begitulah pengorbanan dan kecintaan Asma untuk agama dan Rasul yang mengajarkan pada jalan kebaikan.

Asma memang dikenal sebagai pribadi yang sangat Islami. Ia bahkan merelakan ayahnya menyumbangkan seluruh hartanya demi tegaknya agama Allah SWT.  

Pada saat hijrah, Abu Bakar membawa seluruh hartanya yang berjumlah sekitar 5.000 hingga 6.000 dinar. 

Lalu kakeknya yang buta, Abu Quhafah datang kepada Asma. Abu Quhafah berkata, “Demi Allah, sungguh aku mendengar bahwa Abu Bakar telah meninggalkanmu pergi dengan membawa seluruh hartanya?''

Mendengar pertanyaan itu, Asma berkata, '''Sekali-kali tidak, wahai, Kakek!  Sesungguhnya, beliau telah menyisakan buat kami harta yang banyak.'' 

Kemudian Asma mengambil batu-batu dan meletakkannya di lubang angin, tempat ayahnya pernah meletakkan uang itu. Kemudian dia menutupinya dengan selembar baju.

Setelah itu Asma memegang tangan kakeknya dan berkata, "Letakkan tangan Kakek di atas uang ini." 

Sang kakek pun merasa lega. "Kalau memang dia telah meninggalkan harta untukmu,  maka dia telah berbuat baik. Ini sudah cukup bagi kalian." 

Kemuliaan akhlak Asma itu telah menenangkan rasa gundah di hati sang kakek. Padahal, yang sebenarnya, Abu Bakar tidak meninggalkan sekeping dinar pun bagi keluarganya. Namun, Asma mengikhlaskannya. Ia tak menuntut harta dari sang ayah. 

Bahkan, ketika Zubair bin Awwam meminangnya, Asma tak menuntut apa-apa. Ia menerima Zubair yang tak memiliki apa pun, kecuali seekor kuda. 

Dengan penuh keikhlasan, Asma memberi makan kudanya dan mencukupi kebutuhan serta melatihnya. Ia menumbuk biji kurma untuk makanan kuda, memberinya air minum dan membuat adonan roti.

Suatu ketika Zubair bersikap keras terhadapnya, lalu Asma datang kepada ayahnya dan mengadu. 

Abu Bakar pun berkata, “Wahai anakku, sabarlah! Sesungguhnya apabila seorang istri bersuami seorang yang saleh, kemudian suaminya meninggal dunia, sedang istrinya tidak menikah lagi, maka keduanya akan berkumpul di surga."

Asma pun sempat datang kepada Nabi SAW, lalu bertanya, "Wahai, Rasulullah, tak ada sesuatu yang berharga di rumah saya kecuali kuda yang dibawa Zubair. Bolehkah saya memberikan sebagian pendapatan saya kepadanya?''

Nabi SAW menjawab, "Berikanlah sesuai kemampuanmu dan janganlah bakhil, sehingga orang lain akan bakhil terhadapmu."  

Asma adalah Muslimah yang sangat dermawan. Para sahabat mengakuinya. Abdullah bin Zubair berkata, "Tidaklah kulihat dua orang wanita yang lebih dermawan daripada Aisyah dan Asma."

Kedermawanan mereka berbeda. Aisyah suka mengumpulkan sesuatu dan setelah banyak lalu dibagikannya. Sedangkan Asma tidak menyimpan sesuatu untuk besoknya. Asma adalah seorang wanita yang dermawan dan pemurah. Saat menderita sakit, Asma lalu membebaskan semua hamba sahayanya.

Asma juga merupakan Muslimah pejuang yang tangguh. Ia sempat ikut dalam Perang Yarmuk bersama suaminya, Zubair, dan menunjukkan keberaniannya. Umar bin Khattab RA sangat menghormati Asma. Ketika menjadi khalifah, ia memberi tunjangan untuk Asma sebanyak 1.000 dirham.

Asma pun meriwayatkan 58 hadis dari Nabi SAW. Selain itu, ia juga dikenal sebagai wanita penyair dan pemberani yang mempunyai logika dan bayan. Ia tetap melakukan syiar Islam di usianya yang sudah lanjut.  

Suatu saat putranya, Abdullah, datang menemui ibunya, Asma yang buta dan sudah berusia 100 tahun. Abdullah berkata kepada ibunya, "Wahai Ibu, bagaimana pendapatmu  mengenai orang yang telah meninggalkan aku, begitu juga keluargaku." 

Asma berkata, "Jangan biarkan anak-anak kecil Bani Umayyah mempermainkanmu. Hiduplah secara mulia dan matilah secara mulia. Demi Allah, sungguh aku berharap kamu mengakhiri kehidupan ini dengan baik." 

Sungguh Asma adalah teladan bagi para Muslimah.  

Catatan:
-       Pertempuran Yarmuk (Arab: معركة اليرموك) adalah perang antara Muslim Arabdan Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 636. Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina,Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen. Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandanmiliter dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan. Pertempuran ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, khalifah Rasyidin kedua.
-       Dalam perang Yarmu' semua prajurit tertidur karena kelelahan yang teramat sangat. Sang komandan Abu Ubaidah bin Jirah tidak mau membebani prajuritnya yang sudah sangat lelah agar berjaga-jaga. Sehingga meski seorang komandan, beliau sendiri yang melakukan tugas penjagaan. Ternyata beliau melihat Asma binti Abu Bakar dan sekelompok putri muslimah tengah berjaga-jaga di sekitar perkemahan. Mereka semua menghunus pedang. Sungguh suatu pemandangan yang sangat indah, seorang panglima besar dan putri khalifah bersama-sama melakukan tugas jaga.


SUMBER:
-       REPUBLIKA
-       WIKIPEDIA
-       HIDAYATULLAH



mampir ke sini sob: ada novel menarik dari toko buku afra semisal da conspiracao novel berlatar sejarah Islam di Sumbawa, diskonnya pun juga bikin ketagihan. 

http://www.tokobukuafra.com/da-conspiracao-afifah-afra?tracking=513ebafb39e93

Rabu, 05 Desember 2012 0 komentar

Selaksa Warna, Selaksa Cinta


Warna putih dan hitam membatas garis yang tegas,
Tetapi mengapa warna abu yang berpendar dan membuat silau,
Apa yang sebenarnya terjadi?
Warna abu semakin pekat memenuhi ruang kedamaianku, menyesakkan.
Inginnya aku hapus saja abu jadi putih.
Tapi siapa di sini yang punya kuasa?
Aku hanya bisa berusaha dan berdoa.
Akan ku hapus sebisaku, sampai  ruh dan jasad terlepas, kataku lirih.
Dengan cintaku padaNYA yang tergenggam di jantungku.


0 komentar

Senandung Rintik Hujan


Rintik hujan ini,
Membawa lari pandangan mataku yang tiba-tiba buram,
Membawa lari hatiku yang karam,
Seburam kaca yang tempias oleh cipratan hujan malu-malu,
Menghela nafas tertahan,
Melodi masa lalu berputar menari  menyudutkan hati,
Tiada sangka akan seperti ini.

Aku termangu, berharap kesalahan ini bisa terhapus oleh hujan yang semakin rata.
Waktu pun tiada berhenti menahan laju semua proses hidup ini.

Aku berkesah dalam hati, menyeringai, namun apa yang bisa aku upayakan?
Tanganku terlalu kecil untuk menahan semua ini.

Aku sadar…
Sudah ada yang menggariskan.
Dia, Sang Maha Besar.

Kuhela nafas satu-satu, berdiri, menghadapi tantangan dengan tegap.


Jumat, 30 November 2012 13 komentar

[EnjoyJakarta] One Step Closer: Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk

Bagi kami, traveler sejati :D Berburu destinasi wisata yang langka bin ajaib adalah keharusan. Maksudnya langka adalah bukan destinasi wisata yang umum dikunjungi oleh sebagian besar traveler, tetapi juga bukan destinasi wisata yang tidak menarik. Well, hari minggu yang cerah ini, Alhamdulillah kami (saya dan teman saya—Myva) berkesempatan mengunjungi Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Saya janjian dengan sahabat saya di Stasiun Angke lalu mengisi bahan bakar sebentar dengan buryam :p Lalu kami naik angkot merah BO2 ke arah Jembatan Dua (Rp 2000), oper naik angkot merah lagi BO1 (Rp 3000) ke arah Pizza Hut/Jl. Muara Karang Barat/Kompleks Mediterania—kawasan elit itu loh sob, oper lagi naik U11 angkot warna merah (Rp 3000) ke Taman Wisata Alam Angke. Hanya dengan Rp 10.000 saja per orang, sobat sudah bisa masuk loh….

Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk ini terletak di Kapuk Muara, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. TWA Angke Kapuk adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kegiatan wisata alam dan berpusat pada pengembangan ECOTOURISM. Luas Area TWA Angke Kapuk seluas 99,82 Ha yang merupakan tipe lahan basah yang didominasi vegetasi utama mangrove. Kawasan tersebut telah berubah menjadi tambak dan telah direhabilitasi tanaman mangrove 40% tindakan, pelestarian, dan penanaman kembali hutan mangrove. Di Jakarta sangat dibutuhkan karena fungsi dan manfaatnya yang sangat strategis bagi pesisir pantai ibukota Indonesia, mencegah instruisi air laut ke daratan dan juga berperan dalam meredam bencana banjir karena satu gram lumpur mampu menyerap tiga gram air.


Di TWA ini, kami menemukan vegetasi yang dulu hanya kami hafal ketika masih di bangku SMA seperti api-api (avicenia sp.), bidara (sonnetaria caseolaris), dan bakau (rizhopora mucronata dan rizhopora stylosa). Kami hanya menemukan beberapa spesies fauna seperti ikan dan burung. Selebihnya kami hanya mendengar kecipak-kecipak air yang tersibak. Saya menduga ular air. Well, tak perlu khawatir, jarak air dan jalan yang terbuat dari kayu ini lumayan jauh.



Di TWA ini, sarana dan prasarana penunjang kegiatan wisata alam dengan desain yang alami sangat memadai loh, meliputi pusat informasi, camping ground, bangunan tenda semi permanen, pondok wisata, pendopo serbaguna, café, restoran, areal outbound, dermaga perahu, mushola, masjid, lapangan olahraga, dan toilet.




Oh ya, mayoritas pengunjung datang ke wisata ini dengan menggunakan sepeda motor dan mobil. Kami? Cukuplah berjalan kaki dan naik angkot, hoho, modal nekad, pantaslah kami disebut backpacker sejati :p Makin legam, makin eksotis, hehe… Di sini kita juga bisa outbond ringan nih, asyik kan?


Pengunjung juga bisa menikmati wisata air. Sebagai ilustrasi. Biaya untuk naik perahu dengan kapasitas 6 orang berbiaya Rp 150.000-Rp 200.000. sedangkan Kano Rp 50.000/45 menit. Rencananya kami mau mencoba mendayung dengan kano berdua. Alamak, matahari sangat terik! Dan kami belum makan siang. Walhasil kami urung mencobanya.



Alternatif lain pun bisa dicoba misalnya:
Berkemah
    Ada tenda permanennya loh buat berkemahmu makin ciamik. Apalagi di dalamnya sudah ada kasur. Berkemah berasa di kamar sendiri. Apalagi toiletnya juga lumayan bersih. Namun biayanya lumayan lah minimal Rp 300.000/camping/malam, dengan spesifikasi untuk 2 orang plus sarapan pagi.


Pemotretan, pendidikan, dan penelitian
     Perlu sobat tahu, jika sobat datang ke TWA ini dengan menggunakan kamera saku atau semacam DSLR dikenakan biaya Rp 500.000 entah pemotretan itu untuk keperluan prewed, pribadi, model profesional. Untuk amannya pake aja kamera HP dengan berbagai merek, tidak dipungut biaya alias GRATIS.
Penginapan, pondok alam dan rekreasi keluarga
  Bila sobat beserta keluarga ingin menginap, setidaknya minimal menyiapkan uang sebesar Rp 1.300.000/malam/rumah dengan spesifikasi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi shower, ruangan AC, makan pagi untuk 4 orang (Pondok Alam Rhizopora 1,2,3)


Penanaman mangrove
   Dengan biaya Rp 150.000 per orang dengan fasilitas 1 kaos, makan siang, dan 2 pohon bibit mangrove



Penanaman nostalgia
   Dengan biaya Rp 500.000 per orang dengan fasilitas 1 kaos, 1 pohon bibit mangrove, dan papan nama. 

Adapun cara mencapai lokasi:
Dari arah tol bandara Soekarno-Hatta, keluar tol arah Kapuk Muara, Pantai Indah Kapuk arah Waterboom, Golf dan Garden House- TWA
Dari Pluit keluar Muara Karang masuk Pantai Indah Kapuk terus ke RS PIK, Waterboom, Golf dan Garden House- TWA
Dari Tol JORR Lingkar Barat keluar Kamal terus ke Jalan kamal Raya, masuk kompleks Elang Laut, PIK arah Waterboom, Golf dan Garden House- TWA

Setelah berlibur di TWA Angke Kapuk ini badan jadi fresh, bagai menemukan oase di antara hutan baja pencakar langit Jakarta. Sejenak membuat kami lupa waktu serta membuat kami menemukan ruang kedamaian setelah 5 hari berjibaku dengan rutinitas, melepas hingar bingar Jakarta yang pekat.

Selamat berlibur, salurkan informasi yang berharga ini untuk sobatmu tercinta. Berwisata di Jakarta tak cuma mall atau tempat hiburan dan permainan. Enjoy Jakarta. Salam hangat :) 


Referensi:
http://moedzi.blogspot.com
http://infolite-infolite.blogspot.com


Tulisan ini saya sertakan dalam kontes Blog: "Enjoy Jakarta, WAKTUNYA LUPA WAKTU"




oya, mampir ke sini sob: ada novel menarik dari toko buku afra semisal da conspiracao novel berlatar sejarah Islam di Sumbawa, diskonnya pun juga bikin ketagihan. 

http://www.tokobukuafra.com/da-conspiracao-afifah-afra?tracking=513ebafb39e93

Jumat, 09 November 2012 0 komentar

BAB I SKRIPSI PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DALAM INDEKS LQ45 DI BEI PERIODE 2005-2009


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan

Selama zaman industrialisasi, organisasi dihitung melalui aset fisik dan sumber daya alam sebagai sumber kekayaan. Tanah, gedung, dan properti menjadi sangat penting. Tetapi, dengan adanya knowledge-based economy, atau juga disebut the new economy, memaksa globalisasi telah berkembang dengan sangat pesat sehingga pengetahuan dan komunikasi telah menjadi sumber daya kritis suatu organisasi. Revolusi atau transformasi ke dalam globalisasi, komputerisasi dan teknologi informasi telah menjadi penting untuk pengakuan intellectual capital atau aset tak berwujud dalam laporan keuangan organisasi (Gan dan Saleh, 2008).

Sementara itu, globalisasi, inovasi teknologi dan persaingan yang ketat pada abad ini memaksa perusahaan-perusahaan mengubah cara mereka menjalankan bisnisnya. Agar dapat terus bertahan dengan cepat perusahaan-perusahaan mengubah dari bisnis yang didasarkan pada tenaga kerja (labor-based business) menuju knowledge based business (bisnis berdasarkan pengetahuan), dengan karakteristik utama ilmu pengetahuan (Sawarjuwono, 2003). Ketika ekonomi berkembang menuju knowledge-based economy, arus informasi dari banyak sumber dan channel menjadi tanpa batas. Kemampuan dari organisasi untuk manajemen pengetahuan secara efektif menjadi syarat sukses dan inovasi (Widen-Wulff & Suomi, 2007 dalam Ngah & Abdul, 2009).

Sejak tahun 1990-an, perhatian terhadap praktik pengelolaan aset tidak berwujud (intangible assest) telah meningkat secara dramatis (Harrison dan Sullivan, 2000 dalam Ulum, 2008). Salah satu pendekatan yang digunakan dalam penilaian dan pengukuran intangible assest tersebut adalah intellectual capital (IC) yang telah menjadi fokus perhatian dalam berbagai bidang, baik manajemen, teknologi informasi, sosiologi, maupun akuntansi (Petty dan Guthrie, 2000; Sullivan dan Sullivan, 2000 dalam Ulum, 2008).

Tidak dapat dipungkiri bahwa intellectual capital telah menjadi faktor krusial dalam membantu perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif (Gan dan Saleh, 2008). Di sisi lain, menurut para peneliti (Edvinsson dan Malone, 1997; Stewart, 1997; Pulic, 1998; Pulic, 1999 dan Sveiby, 2000 dalam Gan & Saleh, 2008) menyatakan bahwa ukuran tradisional dari kinerja perusahaan yang didasarkan pada prinsip akuntansi konvensional tidak cocok untuk knowledge-based economy yang dipicu oleh intellectual capital. Mereka selanjutnya menyatakan bahwa kegunaan ukuran tradisional menyebabkan investor membuat keputusan ekonomi yang kurang tepat.

Implementasi modal intelektual merupakan sesuatu yang masih baru, bukan saja di Indonesia tetapi juga di lingkungan bisnis global, hanya beberapa negara maju saja yang telah mulai untuk menerapkan konsep ini, contohnya Australia, Amerika dan negara-negara Skandinavia. Pada umumnya kalangan bisnis masih belum menemukan jawaban yang tepat mengenai nilai lebih apa yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai lebih ini sendiri dapat berasal dari kemampuan berproduksi suatu perusahaan sampai pada loyalitas pelanggan terhadap perusahaan. Nilai lebih ini dihasilkan oleh modal intelektual yang dapat diperoleh dari budaya pengembangan perusahaan maupun kemampuan perusahaan dalam memotivasi karyawannya sehingga produktivitas perusahaan dapat dipertahankan atau bahkan dapat meningkat (Sawarjuwono dan Kadir, 2003).

Walaupun sudah terjadi peningkatan perhatian terhadap praktik pengelolaan intellectual capital, namun menurut Abidin (2000) dalam Kuryanto (2008), intellectual capital masih belum dikenal secara luas di Indonesia. Sampai dengan saat ini, perusahaan-perusahaan di Indonesia cenderung menggunakan conventional based dalam membangun bisnisnya sehingga produk yang dihasilkannnya masih miskin kandungan teknologi. Disamping itu, perusahaan-perusahaan tersebut belum memberikan perhatian lebih terhadap human capital, structural capital, dan customer capital. Padahal, semua ini merupakan elemen pembangun intellectual capital perusahaan. Simpulan ini dapat diambil karena minimnya informasi tentang intellectual capital di Indonesia. Selanjutnya, Abidin (2000) dalam Kuryanto (2008) menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia akan dapat bersaing apabila menggunakan keunggulan kompetitif yang diperoleh melalui inovasi-inovasi kreatif yang dihasilkan oleh intellectual capital perusahaan. Hal ini akan mendorong terciptanya produk-produk yang semakin favourable di mata konsumen.

Menurut Gunasekaran et al., (1996) dalam Ngah & Abdul (2009), intellectual capital merupakan pengetahuan organisasi yang perlu diatur supaya meyakinkan bahwa pengetahuan itu sungguh berharga. Intellectual capital menyediakan struktur, sistem, strategi dan budaya (Afuah, 2003 dalam Ngah & Abdul, 2009) sebagai awalan dari inovasi.

Abeysekera (2006) dalam Mardliyah (2009) menyebutkan bahwa modal intelektual dapat mengalihkan fokus manajemen dari pengelolaan aset yang berwujud kepada aset yang tidak berwujud (intangible assets). Hal ini disebabkan aset tidak berwujud tercermin dalam modal intelektual atau modal pengetahuan (knowledge capital) yang melekat dalam ketrampilan, pengetahuan, dan pengalaman, serta dalam sistem dan prosedur organisasional, dapat meningkatkan proses penciptaan nilai (value creation process). Proses penciptaan nilai inilah yang menghasilkan sebuah keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (sustainable competitive advantage) dan memberikan gambaran informasi mengenai prospek pertumbuhan perusahaan di masa yang akan datang (Memorandum of The Danish Trade and Industry Development Council, 1997 dalam Mardliyah, 2009).

Perkembangan ekonomi baru dikendalikan oleh informasi dan pengetahuan, hal ini membawa sebuah peningkatan perhatian pada modal intelektual atau intellectual capital (IC) (Stewart, 1997; Hong, 2007 dalam Kuryanto, 2008). Area yang menjadi perhatian sejumlah akademisi dan praktisi adalah manfaat dari IC sebagai alat untuk menentukan nilai perusahaan (Hong, 2007; Guthrei, 2001 dalam Kuryanto, 2008). Penelitian IC menjadi sebuah tantangan yang patut dikembangkan.

Bontis et al. (2000) dalam Ulum (2008) menyatakan bahwa secara umum, para peneliti mengidentifikasi tiga konstruk utama dari IC, yaitu: human capital (HC), structural capital (SC), dan customer capital (CC). Menurut Bontis et al. (2000) dalam Ulum (2008), secara sederhana HC merepresentasikan individual knowledge stock suatu organisasi yang direpresentasikan oleh karyawannya. HC merupakan kombinasi dari genetic inheritance; education; experience, and attitude tentang kehidupan dan bisnis.

Lebih lanjut Bontis et al. (2000) dalam Ulum (2008) menyebutkan bahwa SC meliputi seluruh non-human storehouses of knowledge dalam organisasi. Termasuk dalam hal ini adalah database, organisational charts, process manuals, strategies, routines dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya. Sedangkan tema utama dari CC adalah pengetahuan yang melekat dalam marketing channels dan customer relationship dimana suatu organisasi mengembangkannya melalui jalannya bisnis (Bontis et al., 2000 dalam Ulum, 2008).

Menurut Pulic (1998) dalam Solikhah (2010), tujuan utama dalam ekonomi yang berbasis pengetahuan adalah untuk menciptakan value added. Sedangkan untuk dapat menciptakan value added dibutuhkan ukuran yang tepat tentang physical capital (yaitu dana-dana keuangan) dan intellectual potential (direpresentasikan oleh karyawan dengan segala potensi dan kemampuan yang melekat pada mereka). Lebih lanjut Pulic (1998) dalam Solikhah (2010) menyatakan bahwa intellectual ability (yang kemudian disebut dengan VAIC™) menunjukkan bagaimana kedua sumber daya tersebut (physical capital dan intellectual potential) telah secara efisiensi dimanfaatkan oleh perusahaan.


Bertolakbelakang dengan meningkatnya pengakuan IC dalam mendorong nilai dan keunggulan kompetitif perusahaan, pengukuran yang tepat terhadap IC perusahaan belum dapat ditetapkan. Misalnya, Pulic (1998; 1999; 2000) dalam Ulum (2008) tidak mengukur secara langsung IC perusahaan, tetapi mengajukan suatu ukuran untuk menilai efisiensi dari nilai tambah sebagai hasil dari kemampuan intelektual perusahaan (Value Added Intellectual Coefficient – VAIC™). Komponen utama dari VAIC™ dapat dilihat dari sumber daya perusahaan, yaitu physical capital (VACA – value added capital employed), human capital (VAHU – value added human capital), dan structural capital (STVA – structural capital value added).

Penelitian ini berusaha mengukur pengaruh intellectual capital (dalam hal ini diproksikan dengan VAIC™) terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009. Pemilihan model VAIC™ sebagai proksi atas IC mengacu pada penelitian Firer dan William (2003); Chen et al. (2005); dan Tan et al. (2007) dalam Ulum (2008). Kinerja keuangan yang digunakan adalah profitabilitas ROA, rasio pendapatan terhadap total aset (ATO), dan pertumbuhan pendapatan (GR). Pemilihan indikator kinerja tersebut mengacu pada penelitian Ulum (2008) dan sedangkan teknis analisis mengacu kepada penelitian Gan & Saleh (2008).

1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijabarkan di atas maka dapat ditarik suatu rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : “Bagaimana pengaruh Intellectual Capital terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2005-2009?”


Note:
Teruntuk dua orang yang sangat spesial dalam hidupku yaitu Ibu Siti Fatmawati dan Bapak Abdul Wahab, B.A. yang selalu memberi doa, dukungan, dan motivasi yang sangat berharga kepada penulis dalam
menyelesaikan masa studinya.
Teruntuk adikku pejuang tangguh: Ahmad Syamsu Rizal (SITH ITB 2010) dan Ahmad Amru Nasrulloh, tetap semangat meniti ilmu, semoga ilmunya barokah dan kelak bisa menjadi salah satu pemuda pembangun bangsa ini. Amin...

http://isba.ictwatch.com

for more info: mila_mwd@yahoo.com
Sabtu, 03 November 2012 0 komentar

Kata di Jalanan: Cinta, Kesuksesan, Kekayaan. Pilih yang Mana?

selalu ada kata di jalanan yang semakin dipenuhi aspal, diantara asap-asap yang mengepul berawan, diantara deret-deret mobil motor yang senantiasa tiada sabar melaju, dan aku duduk mengamati sekitar, merenung





*sejenak diam, setelah 24 tahun di muka bumi, apa yg bisa aku lakukan untuk diriku, ibu, bapak, dan adik2ku, bangsaku, negaraku, agamaku?
Alkisah, ada 3 orang tamu tak diundang datang ke sebuah rumah.
Salah satunya bilang,"Apakah kami boleh masuk?"
Seorang ibu paruh baya bilang,"Kalian siapa? darimana? Ada apa gerangan datang ke rumah saya?"
"Apakah suamimu ada di rumah?""Suamiku sedang ada di luar rumah."
"Baiklah, kami akan datang ketika suamimu ada di rumah."
keesokan harinya 3 orang tak dikenal itu datang lagi.
"Assalamu'alaikum, apakah kami bisa berkunjung?"
"Oya, silahkan, suami saya ada di rumah."
lalu ketiga orang tak dikenal itu bertemu dengan suami dan istri tersebut.
"Kalian harus memilih salah satu dari kami. Kesuksesan/Kekayaan/Cinta?"
"yah, pilih saja kesuksesan supaya ayah selalu naik pangkat,"kata sang istri.
"Bu, bagaimana kalo kekayaan? biar kita selalu diliputi oleh kekayaan?"kata sang suami
"ayah dan ibu, pilihlah cinta. kami lebih membutuhkan itu..."sahut anak2 mereka dari dalam rumah.
"baiklah, apa yang akhirnya kalian pilih?"suami dan istri tersebut serentak menjawab,"CINTA"
Tahukah kawan. Apa yang terjadi?ketiga orang tersebut masuk ke dalam rumah sekaligus. Kok bisa?
Ketika kalian memutuskan memilih cinta. Maka kecintaan kalianlah yang akan menggiring kekayaan dan kesuksesan untuk mengiringi hidup kalian.Selamat :)

Jumat, 02 November 2012 0 komentar

Sebatang Ilalang


Sebatang ilalang yang bertemankan kunang-kunang yang senantiasa berpendar buram selalu kacau bila angin yang kuat dan bengis datang mendesau murka. Pohon-pohon besar, batu, tanah, air, semak-semak, bebungaan ikut gelisah namun tak sepayah ilalang. Bahkan pohon-pohon yang akarnya menhunjam kuat tidaklah risau. Lalu, bagaimana kabar ilalang? Hampir keriput seluruh batang tubuhnya, luruh. Ilalang gemetar, takut tercerabut dengan akarnya yang lemah. Ilalang bersenandung lirih mengembunkan asa ke angkasa dan langit pun memeluk citanya erat. Langit menyimpan asa cita dalam lorong-lorong menunggu apakah akan dikabulkan saat ini, diganti dengan hal lain yang lebih baik, dikabulkan untuk masa depan? Ilalang tetap bersabar. Ilalang yakin, setelah hujan akan ada pelangi yang indah mewarnai di setiap jalan dan enyah semua risau. Karena ilalang yakin, semua akan indah pada waktunya J

Senin, 22 Oktober 2012 0 komentar

FENOMENA PEMANFAATAN E-COMMERCE PADA INDUSTRI MUSIK


Oleh: Mila Mawaddah (tugas sistem informasi manajemen tahun 2009)

Saat ini booming pemanfaatan e-commerce pada industri musik semakin menjadi fenomena di kalangan masyarakat baik penikmat musik maupun pencipta musik itu sendiri. Dahulu sebelum booming pemanfaatan internet, pencipta lagu dan label musik lebih menekankan pemasaran hasil karya mereka melalui kaset, CD, dan DVD. Selain itu, iklan dari produk musik tersebut pun melalui iklan di televisi, majalah, dan koran dimana hanya didominasi oleh penyanyi atau grup band ternama saja. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi yang sangat pesat dalam hal ini adalah internet maka semakin banyak pencipta lagu maupun label musik mulai memanfaatkan internet untuk memasarkan produknya dan melakukan transaksi bisnis dengan penikmat musik.
Selanjutnya, revolusi industri musik tengah bergulir cepat. Format musik digital kini kian menggeser piringan hitam, kaset, dan cakram padat. Toko-toko musik digital pun menjamur, baik di pusat belanja maupun di internet. Di dalam toko musik digital itu, sebuah kursi busa bercabang tiga tampak terpajang anggun. Pada setiap cabangnya terdapat satu monitor komputer layar datar yang dilengkapi sebuah tetikus dan satu headphone cukup besar. Calon pembeli bisa dengan bebas mengutak-atik komputer itu tanpa pramuniaga yang memberikan pelayanan. Komputer tersebut berisi daftar lagu, klip video, dan ring tone telepon seluler, yang bisa didengarkan dan dibeli. Cukup klik lagu yang diinginkan lalu mendengar{annya, dan jika tertarik, pembeli hanya perlu menekan satu tombol. Sedetik berselang lagu itu pun langsung masuk keranjang data yang tersedia.
Dapat dikqtakan fahwa pencarian lagu lumayan mudah karena $engan mengklik nama band atau albumnya, maka0semua lagu terkait akan ditampilkan. Selain itu, ada menu berdasarkan genre, album keluaran terbaru, dan Top 100. Tarra Digital Kiosk yang terdapat di toko musik Societie di pusat be,anja FX, Jakarta, itu melego setiapdlagunya Rp 7.50p. Tempo mencoba layanan toko musik digital itu dengcn membeli tujuh lagu dari empat pemusik: Nidjm, Naif, Java Jive, dan Chrisye. Total yang mdsti dibayar Rp 50.500. Setelah menentukan pilihan, pelayao toko menanyakan pilihan media penyimpanan: bisa USB flash drive, MP3 player,`atau ke telepon seluler. Transfer ke iPod dan cakram padat untuk sementara tak bisa dilakukan (Oktamandjaya Wiguna : 2009).
Jadi, menjadi hal yang tidak meogheRankan jika pmnikmat musik semakin dimanjakan dEngan !danya pemanfaatan e-commerce pada industri musik. Penikmat musik dapat dengan mudah mengakses lagu maupun video klip dari penyanyi maupun grup band favorit mereka dari pasar digital. Mereka dapat mengunduh lagu dari pasar digital tanpa harus memiliki album fisiknya bahkan mereka bisa memilih lagu yang mereka sukai tanpa harus memiliki satu album. Selain itu, pencipta lagu semakin diuntungkan karena mereka tak perlu bersusah payah membuat satu album tetapi cukup dengan satu lagu tetapi jika lagu tersebut menjadi hits maka yang mengunduh lagu tersebut dari internet maupun pasar digital pun semakin banyak.
Pemanfaatan e-commerce yang semakin pesat pada industri musik ini juga didukung oleh peralatan-peralatan yang berbasis teknologi yang memadai. Salah satunya adalah dengan adanya iPhone keluaran Apple. Dengan iPhone, maka penikmat musik bisa langsung mengunduh  ribuan lagu langsung di ponselnya. Selain iPhone juga terdapat Nokia yang muncul dengan layanan Comes With Music (CWM). Layanan ini memungkinkan pengguna mengunduh lagu di katalog Nokia yang berisi total empat juta lagu. Fokus Nokia di bidang musik memang sangat besar. Selain itu, Nokia juga meluncurkan Nokia seri 5320 Xpress- Music dan Nokia 5220 Xpress-Music dan pabrikan asal Finlandia itu menggandeng Universal Music Group(UMG), serta memberi kesempatan bagi pembeli untuk mengunduh 100 lagu lokal atau internasional melalui katalog UMG di www.nokiaasia. com/musicredemption. Namun, layanan unduh musik Nokia Music Store di www.musicstore.nokia.com belum bisa diakses di Indonesia. Fasilitas itu hanya teòsedia di Singapura, Australia, Inggris, dan negara-nEgara Eropa lainnya (okezone : 2009).
Selain iPhone dan Nokia j5ga terdepat Sony Ericsson dengan layanan PlayNow Kiosk yang memungkinka~ pengguna untuk mengunduh film, serial TV, game, dan ribuan lagu b%bas -DRM (Digital Rights Management) langsung ke ponsel Sony Ericsson tanpa koneksi GPRS. Adapun harga kompilasi 50 lagu yang ditawarkan oleh Sony Ericsson cukup murah yakné Rp29.999 (okezone : 2009). Sehingga depat dikatak`n!cahwa dengan adanya pemanfaatan e-commerce pada ineustri musik yang didukuno oleh pacrikan ponsel maka timbullah rimbiosis mutualisme yang saling månguntunokan diaîtara pihak yang saling terkait. Dan dengan satu`miliar handset terjual setiap tahun, para analiw pasar memprediksi bahwa fasilitas une}h musik dan hiburan lainnya memegang pevanan penting dalam industri musik saat ini.
Oleh karena itu, bagi pihak yang bergerak sendiri atau independent (Indie) tentu memiliki alternatif untuk mempromosikan dan menjual lagu lewat IntevNet. Internet qdaláh sebuah multimedia yang memberikan banyak sekali keuntungan bagi orang(yang sungguh-sunoguh memanfaatkannya. Bahkan saat ini, artis atau band yang sudah verkenal, menjadikao inturnet sebagai media promosi yang sangat diandalkan. Adapun"bmberapa situs dari sekian banyak situs di internet yang bisa dijadikaf sarana untuk mempromosyka. dan menjual$lagu atau karya musik, diantaranya :
  1. Reverbnation.com - inilah situs yang mulai populer dikalangan pemusik independent dunia sebagai media yang ampuh untuk promosi. bahkan lagu tersebut dapat dijual dengan bantuan Reverbnation melalui jaringan music online store paling populer didunia seperti, iTunes, Amazon, Napster, dll.
  2. Digital Beat Store - ini adalah toko musik online pertama di indonesia.
  3. IM:Port Musik - Situs komunitas musisi indonesia milik musisi Anang Hermansyah. situs ini sangat strategis untuk sarana promosi band/solois terutama Indie (tembang.web.id : 2009).
Dengan demikian, pasar digital diharapkan dapat melanjutkan kecenderungan yang meningkat dalam kurun 2-3 tahun ini. Namun, bila organisasi media skala besar tidak dapat bertransformasi secara cepat, mereka akan kehilangan kesempatan memperoleh peningkatan pendapatan. Dengan pemikiran ini, strategi prioritas sebaiknya difokuskan pada lima hal: pertama, mengeksekusi transformasi digital secara cepat dan efektif. Kedua, secara agresif mencari kesempatan melakukan distribusi dengan multiplatform. Ketiga, terus-menerus menjalankan inovasi produk. Keempat, menyelaraskan struktur biaya dengan aliran pendapatan baru. Dan kelima, memahami konsumen dan menyampaikan kebutuhan mereka (Julianto Sidarto:2008).
Referensi :
Unduh Konten Digital Langsung ke Ponsel.2009

Promosi dan Jual Lagu di Internet. 2009

Sidarto, Julianto. Memahami Perubahan di Dunia Media dan Hiburan.2008

Wiguna, Oktamandjaya.Gebrakan Musik Digital. 2009

 
;