Sabtu, 25 Februari 2012 4 komentar

BELAJAR DARI SEBUAH PILIHAN YANG SALAH


Tepat tiga bulan yang lalu aku membuat pilihan ini. Pilihan yang tidak mudah memang. Tetapi bukan pilihan yang sulit juga. Memakai nalar pun bisa sebenarnya dan tentu saja dengan pedoman iman.

Aku sidang dan dinyatakan LULUS tanggal 16 juni 2011 dengan predikat CUMLAUDE setelah pernah dapat nilai D terutama untuk mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah 2, Akuntansi Lanjutan 1, dan Manajemen Keuangan 2 karena begitu malasnya aku waktu itu terutama untuk matkul yang berbau hitungan (padahal aku anak akuntansi :p). Setelah LULUS aku gusar dengan masa depanku. Melihat kiri kanan. Setiap orang memiliki nasib yang berbeda-beda. Ada yang SUKSES dan diterima di KAP BIG FOUR, GROUP ASTRA, Bank BUMN, dsb. Ada juga yang dapat beasiswa ke luar negeri untuk melanjutkan studi S2. Namun juga banyak yang menjadi pengangguran walau secara akademis IPKnya bagus.
Waktu itu aku benar-benar sudah tak sabar, mungkin bosan juga dengan aktivitasku yang hanya sebagai guru les privat untuk mahasiswa dari sebuah lembaga bimbingan belajar yang kudirikan yaitu ATC (ALLEGRIA TUTORIAL CLUB). Lembaga bimbingan yang mempunyai omzet sekitar 6 juta per bulan dengan jumlah mahasiswa binaan 100an. Sedangkan pendapatanku sebagai manajer ATC sekaligus guru les privat PENGANTAR AKUNTANSI dan AKUNTANSI BIAYA sebesar 2 juta per bulan cukup untuk biaya sehari-hari serta biaya untuk mencari pekerjaan yang lebih baik di Surabaya.
Aku apply kemana-mana. Bahkan aku sudah apply sekitar 150an perusahaan baik skala mikro, menengah maupun korporasi. Namun yang dipanggil untuk tes selanjutnya hanya 10%, itupun mulai dari perusahaan kecil di Sidoarjo sampai perusahaan internasional di Jakarta. Ada yang menggembirakan namun juga tak sedikit yang mengecewakan. So far, semua karena kealpaanku mengenai materi kuliah (gara-gara dulu sering menghafal, bukan memahami) dan fatalnya aku kurang meminta padaNya lewat sujud-sujud yang panjang.
Mayoritas aku berjodoh dengan perusahaan di bawah naungan ASTRA INTERNATIONAL, mulai dari Showa (anak Astra Honda Motor), AHM (Astra Honda Motor), PT AT Indonesia (anak Astra Otoparts), Pandu Engineering (anak United Tractors). Sungguh aku sangat bersemangat sekali waktu itu untuk bisa menjadi karyawan ASTRA. Bahkan aku rela ke Bekasi dan ke Sunter untuk mengikuti tes nya disana. Menjejakkkan kaki sendirian di Jakarta dengan ditemani backpack Polo Hunter-ku yang setia.
Bulan Oktober 2011, aku ikut Job Fair UNAIR (Universitas Airlangga) yang mayoritas disesaki perusahaan perbankan. Aku iseng apply.  Ternyata aku dipanggil tes PT BANK RAKYAT INDONESIA Persero Tbk setelah menyisihkan ribuan pendaftar yang berminat kerja di perbakan. Aku ingat, aku tes di Fakultas Hukum UNAIR sehari penuh. Berikutnya aku tes user dan kesehatan. Di sisi lain, sebenarnya aku bimbang sekali. Terutama karena aku dinyatakan bisa ikut tes user AHM di Sunter sebagai tax staff. Dream comes true. But, aku harus membuat pilihan. Akhirnya aku berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tes AHM. Ternyata nasib berkata lain, aku ditelpon dan dinyatakan LOLOS menjadi PPS AUDIT BRI. Entahlah, waktu itu perasaanku berkecamuk. Tetapi aku ingat, aku sudah menandatangani kontrak. Aku harus konsekuen atas pilihan yang kuambil akibat keisengan dan kurang yakinnya aku atas nikmat Rabb semesta alam.
Setelah sampai disini, banyak hal yang terjadi. Mulai komentar teman-teman seangkatanku mengenai penampilanku. Sudut pandang yang tak sepaham. Bagaimanapun aku sudah tertarbiyah selama 4 tahun dan tidak mudah begitu saja aku boleh kalah dengan lingkungan. Walau kenyataanya aku terdampar disini. Aku akan tetap bertahan, berusaha jangan terwarnai, walaupun in fact sedikit terwarnai. Tetapi aku yakin, ini adalah ujian bagiku atas keraguanku selama ini. ALLAH mendatangkan ini supaya aku belajar lebih untuk MEMPERCAYAINYA. Mempercayai bahwa skenarioNYA yang terbaik jika kita bersandar padaNYA. Bukan bersandar dari nasehat teman dan keluarga yang belum tentu benar.  
Dari sini aku belajar sabar dengan mencoba ikhlas menuntut ilmu di sini. Menyerapnya sedikit demi sedikit karena aku yakin, suatu saat ilmu ini akan berguna. Tentu saja aku juga tidak terlepas dari lingkaran lingkaran yang ada. Tetap terkoneksi dengan mereka. Meminta nasehat dari mereka (ikhwahfillah). Pada akhirnya aku bisa LEGA sementara. Serta akan terus memperbaiki diri. Semoga kawan-kawan juga positif thinking. Berikutnya biarlah saya bergerak untuk mimpi-mimpi saya selanjutnya dan ALLAH tahu apa yang saya rencanakan.
Dari peristiwa ini aku belajar akan siklus tiga tahunan yang terjadi. Mulai dari SMP yang sering rangking pararel, tetapi kemudian NUN jeblok karena malas belajar dan jenuh menyapa. Namun bisa terselamatkan karena waktu itu ujian masuk SMA 2 KEDIRI terdiri dari 2 komponen yaitu: NUN dan ujian tulis. Alhamdulilllah nilaiku terkatrol dan bisa meraih nomor urut 125 dan diterima di SMA 2 KEDIRI.
Saat SMA, aku selalu rangking 3 besar dikelas dan aktif mengirim tulisan untuk mading sekolah. Namun, sepertinya saya memang bandel. Ketika menjelang ujian SPMB (sekarang SNMPTN), saya sangat malas sekali, padahal juga sudah ikut bimbingan SSC di KEDIRI. Buntutnya aku tidak diterima di UI tetapi diterima di Manajemen UNESA.
Aku memutuskan bertahan di rumah setahun, tidak kuliah. Berkebun, membantu Ibu memasak dan bersih-bersih rumah. Sempat stress dan malu. Pernah 3 minggu menjadi penjaga rental dan tukang fotokopi. Sempat malu karena kepergok tetangga, namun akhirnya berhenti kerja. Kemudian fokus dengan bank soal SPMB yang aku lalap habis. Akhirnya pilihanku untuk SPMB di tahun berikutnya berubah drastis. Aku memilih UNAIR jurusan Akuntansi, padahal dulu aku IPA. Tidak mudah bagiku untuk mencintai UNAIR, tetapi ini adalah pilihanku sendiri. Berikutnya aku menemukan saudara-saudara seperjuangan yang saling mengingatkan dan mencintai karena ALLAH.
Dari sini aku jadi tahu bahwa, kemalasanlah dan kekurangyakinnnya aku atas KUASA ALLAH yang menjadi akar masalahku selama ini. Maka dari titik inilah aku belajar kembali, mengeja mimpi kembali, memulainya dari NOL, membuat pilihan yang semoga tepat menurutNYA. Dan saat ini pun aku sedang berikhtiar dan berusaha tawakkal padaNYA.

Dari gelombang kehidupan ini aku belajar bahwa hidup tak selamanya lurus, tetapi hidup di jalan yang bengkok itu pun membuat hidup tidak tentram. Dari pilihan yang salah ini, aku mencoba berubah. Pelan namun pasti. Janji ALLAH itu PASTI.




oya, mampir ke sini sob: ada novel menarik dari toko buku afra semisal da conspiracao novel berlatar sejarah Islam di Sumbawa, diskonnya pun juga bikin ketagihan. 

http://www.tokobukuafra.com/da-conspiracao-afifah-afra?tracking=513ebafb39e93

Kamis, 23 Februari 2012 0 komentar

about facebook


ini nih co paste dari note seorang teman,,,
isinya bagus n bikin kita introspeksi diri lah,,,
baca aja, kulik mpe abis, insyaALLAH manfaat

Ternyata facebook sudah "diramalkan" kehadirannya sejak 14 abad yang lalu
Dibaca Sampai Selesai ya....
Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). diskusi yang berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.

Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.


Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu bener-bener mukjizat. gw pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat 145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang disebutin dalam alquran surat Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mbah google ketik key word nya keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri presentasinya.


Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.

Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz! ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai 'senjata' untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih mukjizat nabi Musa AS 'menyerupai' sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi Isa AS berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa AS mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”

Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23
'dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar,'
dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu suratnya niru-niru al-fiil. dan surat gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan maknanya betul-betul jelek. dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya 'dan sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan' Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun mengakhiri makalah yang dibawakannya.

Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta. Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang akademisnya.

Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film Hollywood, Ilmi pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat atau gak? terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam 'meramal' masa depan. Betul gak Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan mengaggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya.

Ilmi melanjutkan “surat al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir dan masuk neraka. dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. dan itu subhanallah terjadi beberpa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.


Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke Madinah. dan subhanallah hal itu terbukti.”

Fenomena Al-Fisbukiyyah dalam Al-Qur'an


“Ah itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT sesuai sama studi ente?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss, tenang-tenang ane kan belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari mulut Ilmi. “ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad sang Cagur (Calon Guru) tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah benar kata Facebook ada di dalam alquran. dengan mencoba mentashrif pola-pola fi’il.

Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba ente berdua buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21

"'Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.'

Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah "Al-Fisbukiyyah" secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka.

Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak ketinggalan. dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. dikasih panas ngeluh kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ane belum menemukan ada orang yang lagi sholat update status 'lagi roka’at dua nih' naudzubillah kalo sampai ada!” canda Ilmi.

Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan 'apabila dapat kebaikan maka ia kikir.' Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu. Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”


“Ah, lo iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ane rasa jaim itu perlu, dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.

Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan mengaitkan surat Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu. Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.

from: Iqro Club Kota Kediri

Sabtu, 18 Februari 2012 0 komentar

Air


Mengapa Rasulullah Saw larang kita minum sambil berdiri? Ternyata secara medis dalam tubuh kita terdapat penyaring. Saringan tersebut terbuka waktu kitta duduk dan tertutup jika berdiri. Jika kita minum berdiri, maka air tidak tersarig > langsung masuk ke kantung kemih > menyebabkan penyakit kristal ginjal.

Tips :
1. Minum 2 gelas setelah bangun tidur = bersihkan organ-organ internal
2. Minum 1 gelas air 30 menit sebelum makan = bantu fungsi pencernaan + ginjal
3. Minum 1 gelas sebelum mandi = bantu turunkan tekanan darah
4. Minum 1 gelas sebelum tidur = cegah stroke + serangan jantung


0 komentar

JODOH


Suatu saat akan datang waktu yang agung
Sakral, indah dan muiia
Tentunya halal

Teruslah melangkah,
Bersabarlah, janganlah risau
Jagalah, biarkan saatnya akan mekar
Saat ini jagalah kuncupnya
Biar semerbak wanginya tak lekang

Bermunajatlah, mintalah padaNya
Perbaikilah diri,
Sholehahkanlah diri,
Dia pasti kan datang
Di saat yang tepat

Saat itu, senyum akan mengembang
Wajahpun cerah
Lega pun langkah
Karena bulan yang sabit telah purnama
Dan lengkap sudah dengan jundi jundi kecil yang sholeh dan sholeha
Rumahku, surgaku
Kamis, 16 Februari 2012 0 komentar

contoh application letter


MILA MAWADDAH
Addres:
Jl. Karang Menjangan Gang 8/No.2A, Surabaya
Phone : xxxxxxxxxxxx



Surabaya, January        , 2012
Human Resources Department





Dear Sir,

According to the informantion at                                                       , I would like to aplly for the position of

I am 22 years old. I have an experience in becoming the leader in organization and also some events. I have ability to work with in the team and also able to lead the team to achieve the goal, easy to adapt a new environment, able to work under pressure, have conceptual and systemic thinking, fast learner, have interpersonal and communication skill.

I’m studying in Airlangga University (UNAIR) majoring in Accounting. I have just graduated. I have finished my study with GPA 3.54.

I believe with my qualification, I can contribute significantly to build, improve, and maintain excellence performance in your organization.

As additional consideration for you I enclosed my recent photo, CV, graduation letter, and academic records.

Hopefully I will hear from you soon. Thanks for your attention.

Best Regards,



Mila Mawaddah
Minggu, 12 Februari 2012 0 komentar

senyum

sungguh senyum yang indah
tatkala berasal dari hati yang tulus

senyum mampu meluluhkan hati yang kacau

senyum mampu menjembatani hati yang saling berjauhan

senyum mampu membangun cinta

senyum mampu melapangkan hati 

senyum, selalu mampirlah di wajah
biar selalu sumringah

0 komentar

PENGARUH INTELLECTUAL CAPITALTERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DALAM INDEKS LQ45 DI BEI PERIODE 2005-2009


ABSTRACT

by Mila Mawaddah S.Ak
Akuntansi Universitas Airlangga
Angkatan 2007

The revolution or transformation into globalization, computerization and
information technology has called for the urgent need to recognize intellectual
capital, or intangibles in an organization’s financial reports. Intellectual capital
has become a crucial factor in helping companies gain competitive advantage.
Companies can compete if they use competitive advantage that obtained from
creative inovations which produced by company’s intellectual capital so will push
to establish more favourable products in consumer’s eyes. Company’s intellectual
capital can’t be measured directly but proposed a measure of the efficiency of
value added by corporate intellectual ability (Value Added Intellectual Coefficient
– VAIC™). The major component of VAIC™can be observed by corporate
resources that is physical capital (VACA – value added capital employed), human
capital (VAHU – value added human capital), dan structural capital (STVA –
structural capital value added).
In this research, will be analyzed the impact of intellectual capital toward
financial company’s performance: ROA (Return On Assets), ATO (Assets Turn
Over) dan GR (Growth In Revenues). Data are drawn from company’s LQ45
index that listing in Indonesia Stock Exchange for 2005-2009. Data which used in
this research is secondary data that obtained from www.idx.co.id, Indonesian
Stock Exchange (IDX) Statistics, Indonesian Capital Market Directory (ICMD)
and other relevant sources. This research uses multiple linier regression and SPSS
13.0 for the data analysis.
Based on the result analysis, obtained a conclusion that VACA doesn’t
influence significant partially toward ROA, ATO, GR; whereas VAHU and
STVA influence significant partially toward ROA and ATO; whereas VAHU and
STVA doesn’t influence significant partially toward GR. Simultaneously,
VAIC™influences significant toward ROA and ATO however doesn’t influence
significant toward GR.
Keywords: Intellectual Capital, Return On Assets, Assets Turn Over, Growth In
Revenues, LQ45 index, Indonesian Stock Exchange (IDX)

for more info: mila_mwd@yahoo.com
2 komentar

Oh Ternyata


Created by allegria mila 22 agustus 2008

3 Maret 2008
            Oh, my lovely diary. Akhirnya …….Semester dua datang juga. Tak terasa libur telah menyublim bersama dengan purnanya semester satu. Yuhui…bentar lagi ketemu kelas baru, sobat baru, dosen baru, ehm…..apalagi yang baru ya?
17 Maret 2008
            Sory, my sweety…Aku beberapa hari ini lagi sibuk kuliah. Bayangin, coba! Banyak mata kuliah lain yang ngantri untuk berlomba-lomba merampok waktu bersantai kita, Diary!
            Ughh….capek, deh! Diary, aku juga punya kabar superhueboh lho, makanya tarik nafas dulu… Kemaren, ketika aku sampai di ujung tangga yang menghubungkan lantai dua dengan taman fakultas, mataku tertambat pada anak cowok yang duduk di bawah naungan gazebo. Dia sangat khusyuk mengerjakan sesuatu. Tapi, aku bisa menebak, pasti dia sedang ngerjain pe-er PA2 1. Soalnya, di atas pangkuannya ada buku setebal satu buah batako. Ya, tak salah lagi…..
            “Duh, anak cowok kok bisa serajin itu,”aku geleng-geleng kepala.
            Seseorang menepuk bahuku. Aku menoleh.
            “Kay, kamu dah ngerjain tugas PA2 buat besok?”tanyaku.
            “Alya…Alya…Ya, belum lah ,”sahut Kayla.
            “Btw, mau dapat contekan gratis nggak?”
            “Bukannya dari dulu aku slalu dapat contekan gratis selama aku ce-esan ma kamu,” kata Kayla sambil nyengir, “ mana bukunya? Aku mau nyontek, nih…”
            “Sayangnya aku nggak bisa ngerjain. Kita bisa pinjem dari anak IP 4 kalau mau.”
            “Tumben belom ngerjain, tapi bab ini emang sulit, kok. Anak IP 4 yang mana?”
            “Sssttt, jangan keras-keras. Tuh...” kataku sambil menunjuk sosok itu.
            “Oalah…Fath to? Tapi, sorry ya, Al. Aku nggak bisa pinjem ke dia. Aku nggak kenal dia soale. It’s impossible, baby!”katanya sambil merapikan poninya yang tak karuan karena hembusan angin.
            “Tapi, kita butuh jawaban itu, Kay.”
            “Kita bisa pinjam anak lain kalau mau.”
            “Ya kalau ada yang bisa dipinjemin. Lha wong, anak pinter macam Disa ma Ulva aja nggak bisa. Trus…”
            “Kalau kau berani pinjem jawaban itu dari Fath. Aku akan traktir kamu ke BreadTalk,”kata Kayla sambil beranjak meninggalkanku yang masih asyik menggaruk kepalaku yang terbungkus jilbab peach.

            “Permisi, bisa mengganggu sebentar?”
            “Ya.”
            “Kamu dah selesai ngerjain tugas PA2 buat besok? Sebenarnya, aku sudah berusaha untuk ngerjain tapi sampai otakku gegar otak pun, aku nggak bisa,”kataku sok hiperbolis.
            Dia hanya tersenyum dan menyodorkan bukunya yang bertabur angka-angka dan huruf. Aku segera mengambil tempat duduk di gazebo lainnya, tapi masih bersebelahan.
            “Sorry, masih coretan, belum ku tulis dengan rapi. Masih males.” Akhirnya dia berbicara dalam beberapa kalimat, bukan satu kata! Hyakkk, skor satu-satu nih…
            “What’s!!!Gini dibilang coretan? Nyindir aku opo? Tulisannya rapi banget. Lurus lagi. Nggak seperti tulisanku yang seperti cakar ayam dan naik turun mengikuti perpaduan gelombang transversal atau longitudinal itu…”kataku dalam hati.
            Secepat waktu bergerak, aku segera menyalin jawabannya. Beres.
            “Trims ya…”
            Dia cuma menyunggingkan bibir. Mungkin bingung dengan keberanianku yang sok bersahabat ini.
            Ketika kakiku telah menginjak bibir pintu taman dan hampir turun ke trotoar di sepanjang jalan fakultas.
            “Hey, sepertinya aku sering melihatmu. Kita sering sekelas, ya?”
            Aku cuma tersenyum dan mengangguk lalu meninggalkannya.
           
            Aku menangkap sosok Kayla yang rupanya masih menungguku dibalik rimbunnya bunga bougenville ungu disamping pintu taman.
            “Aku hutang BreadTalk sama kamu. Gimana kalo abis aku menyalin jawaban itu, kita ke Delta Plaza? Kutraktir BreadTalk di sana. Tapi, aku salut sama kamu. Sejak kapan kamu bisa berinteraksi dengan makhluk berjenis kelamin laki-laki? Bicara tanpa menatap matanya aja kamu dah grogi. Apalagi sampe menatap matanya, pasti kamu sudah pingsan dan minta diampuni dosa-dosamu karena zina mata. Jurus apa yang barusan kamu pakai, Non? ”
            “SKSD 2 kali…”jawabku sekenanya. Aku tak mengerti, mengapa aku senekad itu. Selama ini aku hanya berani curi-curi pandang saja pada makhluk berjenis kelamin laki-laki. Aku tak pernah seberani ini menghadapi dan menantang mata lelaki karena aku tahu hukumnya. Tapi kali ini….Aku benar-benar melakukannya. Berbicara face to face dengan laki-laki. Oh, my God.
            “Jadi ke Delta, nggak?”Kayla membuyarkan segunung pikiranku.
            “Aku tak bernafsu dengan BreadTalk. Aku sudah kenyang,”kataku melenggang pergi dan meninggalkannya sendirian.
            “Hei, tunggu….Aku pinjam jawabanmu dulu, Non!”
31 Maret 2008
            Kuliah Binal 3.
            Akhirnya, kelompok yang kutunggu performance-nya maju juga. Kelompok Fath dengan tiga orang cewek modis. Aku bisa menarik kesimpulan awal bahwa Fath memang cenderung berteman dengan cewek karena sifat alamiah dari cewek itu sendiri yang rajin dan studi oriented. Mereka sering keliatan terlibat dalam diskusi mata kuliah ketika jeda kuliah, biasanya di lorong-lorong kampus sambil duduk dan diselingi gurauan.
            Kali ini Fath benar-benar menguasai kelas. Suaranya renyah dan menyelusup ke gendang telingaku dan bertransformasi menjadi tetabuhan yang mengiringi nyanyian decak kagumku. Fath memaparkan final project produk jasanya berupa agen perjalanan sebagai pendukung Visit Indonesia 2008. Two tumbs up! Tak kalah menariknya, dia memandangku agak lama. Diary, hatiku benar-benar rontok.

            Sampai-sampai aku merasakan semua makanan yang kutelan di kantin manis rasanya. Tak terkecuali sambal tempe penyet yang biasanya terasa sangat pedas di lidahku berubah menjadi manis, semanis gula yang dikuadratkan derajat kemanisannya. Oh….aku semakin menumpuk sambal itu dan terus melahapnya dalam hitungan detik. Tangan Kayla menahan tanganku yang akan menambah sambal di piring. Aku melotot protes.
            “Al, kamu nggak kasihan sama lambungmu. Itu sambal, Non. Bukan gulali,”dia mulai melepas tangannya dari tanganku,” boleh aja jatuh cinta tapi jangan nganggap sambal itu gulali. Bisa berabe nanti.” Dia memarahiku.
            “Ah, Kayla. Andai kau tahu. Hatiku benar-benar telah jatuh ke sarang yang berlumur segentong madu cinta. Begitu melenakan hanya karena sebuah pandangan. Aku tahu, belum tentu Fath suka sama aku. Aku sadar, cowok mana yang berani dekat dengan jilbaber macam aku?” kata sudut hatiku.
14 April 2008
            Setumpuk buku tebal itu mampir di sebelah bangku yang kutempati. Aku mendongak. Fath!!!!! Aku segera pindah ke bangku lain yang agak jauh darinya. Dia mengikutiku lalu duduk disampingku lagi. Aku berdiri dan menenteng tas slempangku.
            “Kenapa sih dari tadi pindah mulu. Kamu alergi ya sama cowok? Aku kan pengen kenal sama kamu. Jadi, aku berinisiatif duduk di sebelahmu,”kata Fath sambil menarik tas slempangku.
            “Bukannya aku nggak mau bergaul sama cowok, tapi kamu bukan muhrimku. Jadi, ya nggak boleh duduk berdekatan.” Terus terang, aku bingung untuk menjelaskannya.
            “Sorry, aku nggak bermaksud menyalahkanmu. Aku kurang ngerti hal begituan. Tapi, kenapa kamu juga nggak mau memandangku. Setidaknya kamu menghormati orang yang diajak bicara sambil sesekali menatap matanya? ”
            Aku menyodorkan buku yang salah satu babnya menjelaskan tentang ghodul bashar4 kepadanya. Kebetulan tadi barusan liqo5 dengan murobbi6. Dan pekan ini giliranku untuk memberi taujih7 tentang bagaimana caranya menjaga pandangan. Padahal, aku masih sulit untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
            “Besok, akan aku kembalikan. Oh, ya. Namamu siapa?”
            “Alya…”
            “Fath. Kamu kok duduk di deretan dua, sih. Duduk di deret depan dong seperti biasa. Nanti aku nggak konsen kalo duduk di situ,”celetuk Sela sambil menaruh tasnya.
            “Ya, Fath. Di depan aja,” sahut Rike.
            “Mana tasmu?”pinta Aurel.
            “Aku bisa pindah sendiri, kok. Kalian nggak pengen ada variasi gitu. Sekali-kali nggak duduk di depan, bisa kan?”
            “Aduh, Fath. Aku nggak bisa melihat dengan jelas kalau duduk di situ. Kamu nggak kasihan sama aku, ya?”kata Rike, gadis berkacamata minus yang selalu tampil modis dan cantik itu.
            “Pindah saja, Fath. Nggak usah ribut segala,”sergahku.

5 Mei 2008
            “Thanks, ya Al. Aku jadi ngerti sekarang, walau belum paham betul. Kamu bisa pinjemin buku kayak itu lagi nggak? Biar aku bisa makin tambah wawasan keislaman,”kata Fath sambil duduk di sebelahku dan mulai menjaga jarak.
            “Oleh. Sesok ae, yo. Saiki aku nggak nggowo. Fath, iso ngajari tugas Statistik opo ora? Aku kok ra mudeng, yo?” 8 kataku sambil mengamati mahasiswa yang hilir mudik di lorong lantai dua.
            “Al, jangan pake bahasa Jawa, dong. Aku nggak paham. Aku dibesarin di Jakarta. Papa en mamaku nggak pernah ngajarin aku bahasa Jawa walau mereka asli Jawa Tengah. Mereka selalu pake bahasa Indonesia.”
            “Maaf.”
            Akhirnya dia mengajariku. Aku jadi mengerti sekarang. Tapi ada yang aneh. Dia tak sekalipun memandangku. Tak terkecuali ketika dia mengembalikan buku itu tadi. Jangan…..Jangan?
7 Mei 2008
            Pintu lift itu hampir tertutup. Alhamdulillah terbuka lagi. Aku kaget. Di sana ada Fath. Sendirian. Segera kulangkahkan kakiku dan aku pun bersandar di sisi sebelah kanan sementara dia berada di sisi sebelah kiri. Dia tidak menatapku sedikit pun. Apa dia masih melanjutkan aksi ghodul bashor-nya? Aku hanya bisa menduga-duga saja.
            “Rupanya susah juga menjaga pandangan. Apalagi dengan teman cewek-cewekku. Setidaknya, aku berusaha menghormatimu dengan menjaga pandanganku,”kata Fath memecah keheningan yang tercipta beberapa jenak diantara kami.
            Aku jadi ingin tertawa geli. Jadi, selama ini? Ternyata…
9 Mei 2008
            Diary, aku nggak tahu harus gimana sekarang. Aku takut tak bisa menjaga hatiku. Aku jadi teringat syair lagu “Jagalah Hati”.
            Jagalah hati, jangan kau nodai. Jagalah hati, lentera hidup ini...
Ughh…Pusing.&$%*^@#%$*!
15 Mei 2008
            “Al, kamu tau nggak kalo Fath kemarin ditembak Rike di depan anak-anak seusai kuliah ISBD 9 ? Pokoknya seru, deh. Kayaknya Fath bingung gitu. Mau nerima pa nggak. Tapi, akhirnya dia nerima Rike juga. Kalo Fath nggak nerima Rike. Pasti Rike akan malu dan nggak berani lagi nongol di kampus.”
            “Oh, gitu ya? Aku kemaren nggak masuk karena sedang ngajuin proposal ke sponsor buat acara SKI,”kataku lirih.
            “Kamu nggak papa kan, Al?”
            Aku berusaha tersenyum walau ingin rasanya aku menangis saat itu juga. Tetapi, sekarang di kampus. Jadi, sebagai intelektual jangan jadi anak cengeng, tetap berkepala tegak dan boleh nangis ketika di kos. Akhwat harus kuat!!!

16 Mei 2008
            Aku tersentak kaget ketika pintu lift terbuka dan menghasilkan semburat wajah yang aku kenali. Segera aku menekan tombol untuk menutup pintu lift. Saat ini, aku tak ingin bersua dengannya, apalagi dalam satu lift. Di sini hanya ada aku.
            Lift terbuka lagi. Aku tetap bersikukuh menekan tombol untuk menutup pintu lift. Lift terbuka dan menghadirkan sedikit celah. Kutekan lagi. Tetapi, lift sedikit terbuka lagi. Akhirnya, aku menyerah. Sosok itu masuk. Lift akhirnya bisa berjalan normal kembali setelah permainan konyol tadi.
            Aku melihat di tangan kanannya tergenggam surat bersampul kuning. Dia menyerahkannya padaku. Aku menerima dengan tangan gemetar. Aku tak bisa mengendalikan emosiku yang kacau semenjak aku mendengar berita dari Kayla itu.
            “Maaf, aku sudah berusaha tapi tak bisa.” Akhirnya dia berkata tanpa melihatku. Dia menatap taman fakultas yang terlihat dari kaca lift ini, tempat pertama kali kami bisa bercakap-cakap. Kemudian, ketika lift sampai di lantai tiga, dia keluar. Masih tanpa melihatku sedikit pun.
            Aku sedikit bisa bernafas lega. Segera aku merobek sampul surat yang sedari tadi kugenggam dengan erat. Dan….
           
            Kudapati cintaku seperti kurva integral yang ingin mendekat, tetapi sampai kiamat pun takkan pernah bertemu pada sumbunya.
            Mungkin cinta ini bisu, pilu, rindu, syahdu. Tetapi inilah cinta.
Fath

N.B. : the greatest love for my mom, dad and my brothers.

Ini nih cerpen jaman jadul dulu waktu awal2 kuliah. Cerpen jaman SMAyg lain pernah dimuat di mading SMA 2 KEDIRI, tapi sudah tidak ada arsipnya.

0 komentar

refleksi

hari ini, sungguh ku ingat melodi masa lalu
mencerna hadist dan tafsir ayat Alqur'an
ku dengan mudah mencerna
tetapi tidak mudah untuk meyakini
dan mengaplikasikannya tiap hari

sekarang terasa 
apa yang dulu telah dipelajari
masih ingat tema sebuah acara di Acses FEB UNAIR
" jangan ada bunga diantara kita"

dulu aku tidak care

sekarang menjadi care
sungguh
peringatan itu sungguh nyata

dan silakan pilih apa yang kita yakini

tidak ada kata terlambat
Sabtu, 11 Februari 2012 0 komentar

di persimpangan jalan


Sungguh betapa skenario Allah itu yg paling indah, seperti hari ini, materi hari ini

aku hanya tertunduk
hatiku gerimis
lalu hujan dan badai silih berganti
tidaklah cukup payung untuk berteduh

aku menghela nafas
sedikit demi sedikit kembali mencerna 
apa yang sebaiknya kulakukan
melanjutkan atau berhenti untuk selamanya

sungguh sulit
pahit
menjerit
akalku berontak
tetapi hatiku bicara

yang halal dan haram sudahlah terang

lalu apa lagi yang harus dirisaukan
cukuplah Alloh sebagai pelindung
dan pemberi rezeki

di persimpangan jalan
ku menanti
hal yang pasti

Jumat, 10 Februari 2012 0 komentar

Siluet Ibu Dalam Memoriku


Susah, tapi kau tak kenal lelah.
Payah, tapi kau tak pernah menyerah.
Pedih, tapi kau tak sampai merintih.

Rapuh dan jenuh,
tak pernah kau simpan di almari kosa katamu.

Teguh,
kau sambut sauh curah hatiku luruh.

Sabar,
kau terima amukku bak halilintar,
tatkala remuk redam sadar dan imanku.

Dan engkau masih sanggup bertahan,
di saat tertekan.

Bahkan engkau senantiasa ajarkan cinta,
saat mata terbuka.

Engkau sabar kenalkan sahaja,
di tiap hari menyapa.

Engkau tak pernah mengeluh,
walau aku tidak absen menitip tangis di pundakmu, Ibu...
ketika hatiku lebur.
Tetap saja, engkau setia,
walau banjir dan tsunami kata-kataku,
terhidang di setiap meja peraduanku.

Dan engkau tak pernah sedikitpun menagihku,
berterimakasih.
Malah engkau tak jemu,
membagi kasih.
Untukku....
Selalu untukku....

Walau sekarang kita jauh,
Siluet Ibu kan abadi dalam memoriku,
di sepanjang hidupku....

0 komentar

DENTING HATIKU BICARA


Denting hatiku bicara…
Aku masih melihatnya menari salsa di kubangan labirin memori yang berkunang-kunang…
Masih saja seperti itu…
Cukup…
Cukup….
Tapi tak pernah merasa cukup…
Masih berputar-berputar…
Masih sibuk dengan usahanya yang lain…
Masih membuat sketsa,
Masih menebalkan garis, lengkung, lingkaran,
Masih berusaha mewarnainya pakai spidol, crayon, cat air,
Masih setia pada lukisan kata itu….

Padahal angin puting beliung telah berusaha mencabutnya dari dunia
Padahal ombak ganas di pantai telah bersusah payah merubuhkan karang yang melindungi dunianya
Padahal api yang nyala telah membakar energi semangat hidupnya didunia….

Tetapi dia masih menyanyikan harapan di setiap jejak pikirnya yang masih melayang-layang mengikuti sudut pandangnya atas kata itu….
Tetapi dia masih tersenyum atas kekacauan yang timbul tenggelam di antara kisahnya yang segarang banjir bah yang menyeret barang-barang berharga dari tempat berpijak semula…
Dan tidak menyisakan sedikitpun….
Tetapi dia masih bisa menggambar senyum diantara sendu yang berebut menggelayut di matanya yang bening….
Masih…
Masih…
Bertahan menggenggam kata itu….

Tiada lagi yang peduli dengan kata itu…
Tapi ia masih terus memperjuangkan kehormatan selarik kata itu…
Walau dia harus berdarah-darah ketika pedang tajam sindiran menghunus hatinya….
Walau tangis masih pagi….dan belum kelar cemoohan menamparnya sampai lebam hatinya…
Walau ia harus terseok-seok sambil memeluk erat kata itu…
                                               Dia masih sanggup bertahan….            

Dia berkata, “Aku sanggup mempertahankan kesucian selarik kata ini sampai aku harus mati sudah!”

Aku terperangah dengan jalan pikirnya….
Dia memang telah gila,
Dia memang telah hilang,
Dia memang telah lebur,
Dia memang telah mati.
Aku tertegun ketika dia bicara…
“Aku masih mencintainya. Dan aku tiada peduli bagaimana akhirnya nanti….”

0 komentar

Palestina Terluka

kami saudaramu,
berdiri di mahligai pilu,
bersenandung ratapan, rintihan.
bahkan teriakan.

kami terluka,
kami bertanya,
mengapa dunia menutup mata ?
atas kedzoliman, atas kesewenangan ini…

saudara kami terbujur kaku,
apakah tak dapat membuka mata bathinmu,
tak sentuh empatimu?

wahai kaum durjana,
kapan kau biarkan kami,
menghirup udara merdeka di tanah kami sendiri…

di sini berpuluh-puluh tahun,
kami berusaha tetap bertahan untuk tetap menegakkan Islam di sini.

wahai kaum laknat!!!
biarkan kami hidup,
merdeka….

0 komentar

Aku berpikir tentangmu

Aku berpikir tentangmu, dari sebuah nama yang tertera
Rasa ingin tahuku buncah
Ternyata kita bersua dalam lakon yang sungguh istimewa
Aku menebak dan tabir itu pun tersibak
Akhirnya…
Aku mencintaimu lewat sebuah kata
Wajahmu yang selalu tersenyum selalu membayangi hidupku
Berikutnya, biarlah takdir yang menentukan kisah di antara kita
_Allegria Mila_
1/29/2011

 
;