Jumat, 10 Februari 2012

Palestina Terluka

kami saudaramu,
berdiri di mahligai pilu,
bersenandung ratapan, rintihan.
bahkan teriakan.

kami terluka,
kami bertanya,
mengapa dunia menutup mata ?
atas kedzoliman, atas kesewenangan ini…

saudara kami terbujur kaku,
apakah tak dapat membuka mata bathinmu,
tak sentuh empatimu?

wahai kaum durjana,
kapan kau biarkan kami,
menghirup udara merdeka di tanah kami sendiri…

di sini berpuluh-puluh tahun,
kami berusaha tetap bertahan untuk tetap menegakkan Islam di sini.

wahai kaum laknat!!!
biarkan kami hidup,
merdeka….

0 komentar:

Posting Komentar

 
;