Jumat, 10 Februari 2012

Siluet Ibu Dalam Memoriku


Susah, tapi kau tak kenal lelah.
Payah, tapi kau tak pernah menyerah.
Pedih, tapi kau tak sampai merintih.

Rapuh dan jenuh,
tak pernah kau simpan di almari kosa katamu.

Teguh,
kau sambut sauh curah hatiku luruh.

Sabar,
kau terima amukku bak halilintar,
tatkala remuk redam sadar dan imanku.

Dan engkau masih sanggup bertahan,
di saat tertekan.

Bahkan engkau senantiasa ajarkan cinta,
saat mata terbuka.

Engkau sabar kenalkan sahaja,
di tiap hari menyapa.

Engkau tak pernah mengeluh,
walau aku tidak absen menitip tangis di pundakmu, Ibu...
ketika hatiku lebur.
Tetap saja, engkau setia,
walau banjir dan tsunami kata-kataku,
terhidang di setiap meja peraduanku.

Dan engkau tak pernah sedikitpun menagihku,
berterimakasih.
Malah engkau tak jemu,
membagi kasih.
Untukku....
Selalu untukku....

Walau sekarang kita jauh,
Siluet Ibu kan abadi dalam memoriku,
di sepanjang hidupku....

0 komentar:

Posting Komentar

 
;