Kamis, 08 Maret 2012

UANG 2 JUTA YANG BUKAN MENJADI HAK SAYA


Hari ini tanggal 8 Maret 2011, tepatnya ketika istirahat jam makan siang. Saya datang ke kantor cabang khusus salah satu bank di daerah Sudirman-Jakarta dengan maksud mau menyetor sejumlah uang ke rekening saya sendiri. Kemudian teller nge-print buku tabungan saya. Berikutnya saya dan mbak lufi duduk di ruang tunggu banking hall karena masih menunggu teman saya yang lain.
Saya iseng melihat transaksi 4 bulan terakhir di buku tabungan saya. Saya sangat terkejut. Bagaimana mungkin ada uang sebesar DUA JUTA RUPIAH bisa nangkring di buku tabungan saya. Tunjangan tempat tinggal dan gaji sudah dibayarkan ketika awal dan akhir bulan kepada saya. Kedua orang tua saya juga tidak mungkin mengirim uang sebesar itu, walaupun akhir bulan ini panen, tapi saya tahu bagaimana kondisi ortu saya yang pas-pasan. Apalagi dari adik saya, dia bisa bertahan hidup di ITB karena dapat beasiswa Bidik Misi. Jadi, kedua probabilitas itu sepertinya mustahil. Sementara, saudara dari Ibu dan Bapak saya sepertinya juga tidak mungkin. Mereka tidak seloyal itu untuk memberi uang Cuma-Cuma kepada saya. Saya tanya teman saya, dia tidak mendapat uang 2 juta seperti saya. Wah, kemungkinan ada orang salah transfer nih. Akhirnya untuk memastikan, saya keluar dari KCK lalu menuju ATM untuk memastikan saldo rekening saya.
Hmmm, betapa kagetnya saya. Memang benar, angka itu riil ADA di rekening saya. Saya semakin gusar. Bagaimana mungkin ada uang siluman masuk begitu saja ke rekening trainee seperti saya. Bonus dan insentif jelas belum saya terima karena saya masih seorang trainee. Saya pun segera melanggah ke CS yang kebetulan di tempat itu ada Adis dan Mas Ryan yang sedang ada urusan di CS. Saya pun ikut nimbrung dan bertanya apakah saya bisa mencetak rekening Koran untuk mengetahui asal muasal uang DUA JUTA tersebut.
Setelah menunggu beberapa menit. Saya bisa mengetahui darimana uang itu berasal. Ada kata-kata sebagai berikut:
Salary credit kanpus 2.060.870 tertanggal 8 Maret 2011 User ID ***0229090
Saya langsung bisa menebak bahwa uang tersebut telah dibuku oleh bagian Layanan Keuangan Kanpus Divisi AMK karena kemarin habis on site ke Divisi tersebut.

Beberapa menit kemudian, akhirnya kami sholat dhuhur berjamaaah di mushola gedung 2 lantai 5. Kemudian saya menceritakan perihal uang tersebut. Akhirnya, temen-temen pun bercanda supaya uang tersebut buat makan-makan rame2 aja. Tapi saya berpikir bahwa uang itu BUKAN HAK SAYA dan saya harus mengembalikan secepatnya kepada yang berhak karena jika kita mengambil uang yang bukan Hak kita, maka cepat atau lambat Allah akan mengambil secara paksa uang tersebut entah bagaimana caranya, sungguh itu KuasaNya….
Kemudian saya menghubungi mentor dan kakak angkatan dari divisi AMK. Mereka menyarankan saya untuk menghubungi Divisi Diklat karena saya sebagai trainee masih menjadi tanggung jawab diklat. Sore hari saya menghubungi fasilitator diklat yakni Mas Agung. Mas Agung menyarankan saya untuk menghubungi bagian JPS Divisi Diklat keesokan harinya.

*bersambung….



6 komentar:

Rukun Sinaga mengatakan...

mbak mau tanya itu uang yang ditransfer dari salary crediting memang uang untuk diri sendiri atau ada yang salah ba transfer?

Afif Witdiyanto mengatakan...

gmn cara mengembalikannya?

Ummi Salamah mengatakan...

Sya jg ada bru dpat sms salary crediting ...kemna sy harus ngembalikannya...

Ummi Salamah mengatakan...

Sya jg ada bru dpat sms salary crediting ...kemna sy harus ngembalikannya...

Arfan rokan mengatakan...

apa kesambungan ceritanya...

Arfan rokan mengatakan...

mbak jd sambungan ceritanya apa? saya ingin tau

Posting Komentar

 
;