Jumat, 06 April 2012

BOGOR: memang kota hujan

Bogor, jika kata ini disebut, terlintas sudah di benak kita dengan sebutan kota hujan. Saya pun membuktikannya akhir Februari tahun ini (2012). Saya dan Myva berangkat ke Bogor dari Jakarta Pusat dengan naik KRL AC, dengan 6000 saja, tiket ini sudah di tangan. Perlu satu setengah jam  untuk sampai di kota ini. Setelah sampai di stasiun Bogor, naik angkot O2, kami pun turun di Kebun Raya Bogor, refreshing di penghujung bulan. Berikut ini, foto2 hasil jepretan fotografer amatir mengabadikan keelokan Kebun Raya Bogor.

 Subhanallah ciptaan ALLAH, di sini ada pohon-pohon yang besar sekali menjulang tinggi. Malah ada yang berakar panjang banget dari ujung pohon yang menjulang sampai tanah, sayang gak bisa mengabadikan karena pohonnya sedang dikerubuti pengunjung lain. Alam yang asri, indah, damai. Sejenak menghilangkan penat kota Jakarta yang complicated. Tadabbur alam serta mensyukuri nikmatNya kita masih bisa menghirup oksigen dengan GRATIS di bumi ini. Tak lupa, kami juga mengunjungi museum zoology dan tak jemu mengelilingi semua sudut Kebun Raya Bogor.

                Ketika adzan Dhuhur berkumandang, hujan deras menyapa, membuat kami harus berteduh di masjid. Setelah reda, kami mengunjungi Dedaunan Café. Lumayan mahal untuk ukuran kantong kami. Kenyang! Berikutnya kami keluar dari Kebun Raya Bogor dan pergi ke tempat yang menjual Roti Unyil Venus setelah menjangkau dengan angkot. Ramai sangat! Gile bener tempatnya rame banget kayak antri sembako murah. Semrawut. Rotinya per biji harganya Rp 1300 dengan bermacam2 rasa. Tak lupa, saya juga beli asinan bogor, rasanya seger buah-buahan. Sore kami pulang dengan hujan yang mengguyur lagi, lebih deras, sehingga kami pun memakai ojek payung untuk menjangkau stasiun Bogor.
               

0 komentar:

Posting Komentar

 
;