Minggu, 06 Mei 2012

Bertumpu Pada Seuntai Kata



menepi di pesisir labuhan jiwa yang beriak-riak
terlecut tarian masa lalu.

kubasuh seuntai kata serta kujejalkan kembali ke kotak memori
berusaha menerima tanpa mampu mengucap,
“Jangan kau paksa aku, aku tlah letih menampung ingatan-ingatan itu.”

tapi aku masih bertumpu pada seuntai kata 
selalu kusemai di hati,
setia menemani langkah-langkahku,
menemani diamku.

seuntai kata itu akan abadi dan mendapat kedudukan istimewa,
tak kan lekang dari alam pikirku.

seuntai kata bermakna, berharga, terbaik, terindah,
mampu terbitkan geletar semangat,
tertuju jiwa-jiwa yang hampir layu dan meranggas
biar bersemi kembali.

Seuntai kata itu…..

“Berbahagialah pernah bertukar pandang dengan segerombolan kegagalan niscaya engkau akan lebih mampu memaknai sepucuk kesuksesan.”

0 komentar:

Posting Komentar

 
;