Senin, 28 Mei 2012

Hening


Pagi menghembuskan nafas lambat.  Cerah berlari ke sesudut reruang dan waktu yang fana. Aku di sini masih sibuk menata diri dalam aroma sepi yang menjangkau ke seluruh sendi-sendi hidupku. Aku semakin asyik dalam dunia hasil keterpurukanku saat ini. Aku pun tetap berusaha menyembunyikan kosa kata menyesal di antara tumpukan ingatanku yang penuh sesak di rongga otakku. Dan aku masih bisa bersyukur bisa hidup dalam keheningan yang beku.

270207 dalam sebuah penantian

0 komentar:

Posting Komentar

 
;