Selasa, 22 Mei 2012

Kelak Tersenyum


Jika kau berikan secarik ulasan berbingkai cacian hati. Kan kutemukan jalan-jalan memucat yang kekurangan suntikan darah nafsu. Jika saja nafsu ini telah terlepas dari dekapan semangat yang terluka. Lukanya jadi borok, jadi nanah. Menjijikkan!

Boleh saja kau menceracau, memuntahkan sumpah serapah tapi kau tak boleh pernah lupa bahwa hatimu tak diijinkan untuk payah, lemah, susah bahkan mati. Biarkan kaki-kaki hatimu menjejak langit hidupmu, membenahi ruang jiwamu dan menyembuhkan luka semangatmu.

Biar semuanya menjadi mimpi indah yang kau teguk saat tidur dan bahkan menjadi kenyataan yang kau tulis ketika pucuk pena ini telah mencium bibir kertas yang telah penuh dengan goresan isak, tawa, lesu, sendu, suka, ria yang membalut hidupku dengan corak warna yang kuyakini membuat diriku menjadi lebih tegar dalam menjemput langkah-langkah kakiku dengan tersenyum pasti.

14 Oktober 2008, pernah dimuat di mading LPPM SEKTOR FEB UNAIR

0 komentar:

Posting Komentar

 
;