Kamis, 26 Juli 2012 6 komentar

KULINER RAMADHAN: SOTO KUDUS TEBET RAYA


Ketika saya mengetikkan kata soto di google. Yang keluar pertama kali adalah Soto Betawi, baru berikutnya menyusul: Soto Lamongan, Soto Kudus, Soto Banjar, Soto Madura, dst. Dan Soto Kudus mendapat giliran untuk dicicipi hari ini sebagai menu buka puasa J
Hari ini, saya diajak teman saya untuk buka bersama di Soto Kudus Blok M, Tebet Raya. Pertama kali saya menginjakkan kaki di depan warung Soto ini. Dalam hati saya bilang,”Wah, kayakna bakal mahal nih, yang parkir aja mobil2 dan hanya sehelintir motor L” Akhirnya saya memesan soto campur dan es teh manis sebagai menu buka puasa hari ini. Yang membuat saya terhenyak adalah ketika waiter meletakkan makanan di meja. Ada 1 mangkok soto kudus, 1 piring berisi sekitar 7 tusuk telor puyuh ati ampela dan kerang, 1 piring isi tahu dan tempe sekitar 7 biji. Wow, saya langsung kaget! Bagaimana tidak?? Saya tak mungkin menghabiskan semua makanan yang terhidang di meja. Akhirnya saya memutuskan keluar sebentar mencari sinyal. Akhirnya datanglah teman saya. Saya bilang padanya, saya telah memesan soto campur dan kebanyakan. Lalu kami berdua duduk dan teman saya pesan 1 mangkok soto kudus dan es teh manis. Lalu dia bilang. Yang terhidang di meja itu  tak harus dihabiskan. Kita hanya perlu membayar apa yang kita makan. Walhasil, dalam hati saya tergelak. Fiuhhh…. Ternyata :D
Akhirnya saya mengerti kekhasan dari masing-masing Soto yang pernah saya cicipi selama ini. Dan penyajian Soto Kudus inilah yang menyisakan kesan yang berbesa. Baiklah, kita bahas satu per satu ya mengenai dunia per-SOTO-an, mulai dari:
1.       Soto Kudus
Terkenal dengan merek dagang Soto Kudus Blok M. Sepintas mirip dengan penyajian soto pada umumnya isi nasi, taoge, daging ayam, kuah soto yang bening. Yang khas ya ada sate ati, ampela,telor puyuh; tempe; tahu yang terhidang segitu banyak. Selain itu dengan mangkok yang kecil dan sendok lebar membuat saya teringat mengenai kampung saya di Nganjuk. Mangkok kecil dan sendok lebar ini biasanya digunakan untuk penyajian es campur di kampung. Lha ini malah untuk Soto Kudus :p Walaupun dengan variasi yang sebanyak ini, saya belum merasakan istimewanya Soto Kudus, entahlah terasa hambar. Semoga lain kali, saya bisa merasakan Soto Kudus yang nendang!

2.       Soto Betawi
Soto Betawi terkenal dengan kuah santan yang berlinang-linang yang membuatnya gurih dan lezat ditambah daging ayam, kerupuk melinjo, irisan tomat. Pertama kali saya makan Soto ini kaget karena kenapa ya banyak irisan tomatnya dan ada kerupuk melinjo. Kalo di daerah saya, Soto ya lazim pake kerupuk udang yang kriuk dan gurih.

3.       Soto Lamongan
Lha kalo yang ini, Sotonya juga enak. Terdiri dari kuah santan (walau gak selebay kuahnya Soto Betawi), irisan daging ayam dan separuh telor ayam, taoge. Yummy deh pokoknya (hehe, asli lidah Jawa Timur-an). Nikmatnya PAS :D

4.       Soto Banjar
Seperti namanya yang khas Pulau Kalimantan. Spesies Soto ini terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut: mirip dengan Soto Lamongan tetapi berkuah bening. Tapi gak pake taoge. Ada perkedel kentangnya :p

5.       Soto Madura
Ini nih, spesies terakhir yang masuk 5 besar soto terpopuler di Indonesia. Yep, Soto dari Pulau Garam, Madura…. Masih kalah tenar dengan Sate Madura-nya (te sate,,, frase ini paling sering terdengar ketika penulis masih kuliah di Surabaya). Soto ini berkuah santan kental warna khas kunyit dengan isi daging sapi dan ada taogenya.

Dari kelima spesies SOTO ini kita belajar akan keberagaman jenis Soto di Indonesia. Serupa tapi tak sama serta menyajikan rasa yang khas dari daerah asal masing-masing. Ini ceitaku mengenai Soto, mana ceritamu?


oya, mampir juga ke sini ya, ada novel-novel dengan diskon menarik loh sob: http://www.tokobukuafra.com/da-conspiracao-afifah-afra?tracking=513ebafb39e93
Selasa, 17 Juli 2012 0 komentar

BERPENGHASILAN SELAGI KULIAH, WHY NOT?!


Sampai detik ini, saya masih saja mendapat sms dari mahasiswa FEB Unair untuk memberi asistensi selama perkuliahan berlangsung. Padahal saya sudah lama lulus—sekitar 396 hari—dari Unair. What a happy day! I think….

Aku dan Allegria Tutorial Club

Sebenarnya sejak saya kuliah (semester 2), saya sudah sering menjadi guru les. Entah itu menjadi guru les untuk anak SMA (persiapan SNMPTN); guru les Bahasa Inggris untuk anak kelas 3 dan 6 SD atau menjadi guru les untuk anak kelas 4 SD (semua matpel). Datanglah sebuah kesempatan ketika saya semester 3, saya diminta untuk menjadi guru les privat anak kuliahan—anak UWM dan Unair. Waktu itu saya sungguh tidak PD, why?! Karena saya merasa walau IP saya waktu itu mendekati sempurna (3,9), saya kurang PD karena transfer ilmu itu tidak gampang, harus komunikatif! Akhirnya, kesempatan itu saya ambil J Ini adalah challenge!

Lama kelamaan, saya terkenal menjadi guru les, di samping aktivitas padat di berbagai organisasi kampus, entah itu kerohanian, yayasan sosial, lembaga pers fakultas, ataupun freelance di BEM. Saya tetap enjoy dengan aktivitas yang seabrek walau tidak bisa dipungkiri nilai saya sempat terjun bebas dan pernah 2 kali IP di bawah 3. Tapi hal ini tidak menyurutkan langkah saya untuk tetap kuliah, berorganisai, dan mencari penghasilan sendiri. Tekad saya waktu itu ingin mengurangi beban ortu.

Tibalah waktunya, ketika saya mempunyai ide untuk membuat LBB (Lembaga Bimbingan Belajar) PERTAMA bagi mahasiswa Unair. Karena saya melihat peluang. Ya, sebuah PROBABILITAS! Saya melihat beberapa mahasiswa sering mengikuti asistensi tambahan di luar jam kuliah ke kakak angkatan dengan memberikan fee yang pantas. Dan saya sudah 2 kali mengajar mahasiswa dan salah satunya ada yang dapat nilai 100 pada matkul Matematika ekonomi I. Anaknya senang sekali dan berkali-kali berterima kasih kepada saya. Memang saya juga mendapat nilai A di matkul tsb tetapi tidak dapat nilai bulat seperti dia. Jadi saya sangat senang waktu itu.

Ditambah saya mengikuti seminar kewirausahaan yang diadakan di kampus, semangat saya untuk mandiri kembali terlecut. Akhirnya saya membuat kongsi, saya dan dua teman saya. Tetapi rencana ini tidak berhasil karena teman saya yang bertugas menjadi contact center dan publikasi kurang fokus. Lebih tepatnya publikasi kurang menarik. Waktu itu, saya memang hanya ingin berkontribusi sebagai tenaga pengajar saja dengan alasan membagi waktu untuk memperbaiki IP. Parahnya, hanya ada 1 mahasiswa yang les di LLB ini, sampai LBB ini mati.

Gagal sekali. Saya tidak menyerah. Saya membuat Allegria Tutorial Club dengan semangat yang tinggi karena terinspirasi oleh kesuksesan LBB NATC—Naila Azhar Tutorial Club—ITB untuk mahasiswa TPB (semester 1 dan 2). LBB ini sampai mempunyai gedung untuk pengguna jasanya. LBB ini sukses karena pangsa pasarnya luas yakni seluruh mahasiswa ITB semester 1 dan 2.

Sementara pangsa pasar di FEB Unair ya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis baik S1 maupun D3. Saya menyebar pamflet yang menarik dan sms blast ke semua contact yang saya punya. Saya membuat paket Brozen, Silver, Gold, dan Platinum. Yang cukup menguntungkan jika mereka les dengan banyak orang. Simbiosis mutualisme lah. Cara ini efektif karena saya menempelkan pamflet di mading-mading strategis FEB Unair serta word of mouth.

Saya kembali mengajak kongsi saya yang terdahulu yakni dua teman saya—Richa (EP) dan Nikita (EP). Tetapi struktur organisasinya berbeda. Saya bertindak sebagai manajer—one woman show. Langkah ini saya ambil karena kekurang seriusnya kongsi saya waktu itu. Selain mereka ada juga jajaran tentor sbb: Yulia (Ak), Yulia (M), Dinar (M), Pipit (Ak), Sari (EP), Aning (Ak), Reva (Ak), Fitri (Ak), Imaroh (Ak), Dita (D3 Ak).  

Saya bertugas sebagai pembuat dan penyebar publikasi, penyebar sms blast, contact center, pengatur jadwal mengajar, penyedia bahan-bahan/bank soal untuk UTS dan UAS, sekaligus pengatur cash flow. Saya waktu itu memotong komisi 20% untuk setiap fee yang didapat tentor mengingat tugas-tugas saya yang seabrek. Selain itu, saya menjadi spesialis pengajar matkul PA1&2 dan AKBI. Berita bahagianya, IP saya membaik (kembali cumlaude) seiring tren positif cash flow usaha yang saya rintis semenjak saya kuliah di semester 5 ini. Di sisi lain, saya mendapat ejekan dari sahabat saya, beda kampus. Katanya masa’ mahasiswa masih perlu les. Yang jelas, saya bukan tentor pertama bagi mahasiswa di sini. Karena saya tahu, banyak mahasiswa yang menjadi tentor tak resmi karena mereka tidak membuat LBB. Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Adapun, omzet per bulan untuk LBB ATC ini sekitar 6 juta mengingat masih ada keterbatasan publikasi. Dengan pendapatan netto saya waktu itu berkisar 2,5juta. Saya sangat senang ketika mahasiswa yang bergabung di LBB ini tembus 100 mahasiswa J. Akhirnya teman yang pernah menjadi kongsi saya (Richa) membuat LBB sendiri. Tetapi hal ini tidak mengurangi omzet yang saya dapatkan. Bagi saya, ALLAH adalah pengatur rezeki. So, It doesn’t matter for me.

Pada akhirnya estafet harus berganti—karena saya harus bekerja di Jakarta—dan saya serahkan tongkat estafet ini kepada Imaroh dan Fitri.

Pernah Berjualan Bed Cover dan Lulur

Mama teman saya berjualan bed cover, akhirnya teman saya juga berjualan. Saya berminat jadi downline-nya. Saya sms dan menawarkan ke teman-teman terdekat karena saya masih malu untuk untuk melakukan marketing. Ajaib, mbak kos saya mau beli. Barang sudah ada, namun dia mengurungkan niatnya untuk membeli dengan alasan barang tidak sesuai dengan gambar yang ada di brosur. Saya patah arang dan tidak berjualan bed cover lagi. Berikutya mbak kos saya ini berjualan lulur, saya jadi downline-nya. Ternyata perputaran persediaannya kurang bagus mengingat lulur kurang terserap pasar. Lulur saya sisa banyak dan akhirnya saya merugi.

Demikian sekelumit kisah sederhana dari saya, indahnya berbagi J


Minggu, 15 Juli 2012 0 komentar

WHEN LONTONG MEET TAHU, YUMMY….


Sebenarnya malam ini, saya kangen dengan makanan khas daerah saya di kampuang nun jauh di mato. Yups, tahu campur :9 Tapi berhubung di sini gak ada tahu campur, maka saya berdamai dengan ketoprak. Komponennya hampir sama yakni lontong, tahu, dan sambal kacang. Tapi tetap beda deh pokokna. Gak ada yang bisa gantikan tahu campur di hati aku :p
Yuks, kita bahas makanan serupa tapi tak sama….
#1 Tahu Campur
Makanan ini ada di daerahku Nganjuk, Jawa Timur, di Kediri juga ada. Komponennya lontong, tahu setengah matang, sambal kacang berlinang kecap, kecambah dari kacang hijau, seledri. Yummmmy deh pokoknya. Apalagi kalau dimakan selagi hangat,hmmmm, sedapnyo….
#2 Tahu tek
Pertama kali ketika saya tinggal di Surabaya. Saya pikir tahu tek ya sama dengan tahu campur. Tapi bedanya adalah ditambahin petis (khas masakan Surabaya) dan tak ada irisan daun seledri yang bikin maknyus.
#3 Ketoprak
Mirip dengan nama sebuah kesenian khas Jawa Timur ya? Ternyata kalo di Jakarta ini nama dari makanan isi lontong, tahu, sambal kacang, bihun, taoge. No kecap n no seledri.  
Baiklah, mari kita santap makan malamnya…..  
Dari sebuah penjelajahan dari kota ke kota menyisakan masakan-masakan yang membekas di hati, selamat menikmati….

Jumat, 13 Juli 2012 0 komentar

Jantungku


Melepas nafas satu-satu,
Menerjang horizon yang terpaku elok di kejauhan,
Semburat itu kembali hadir,
Meneduhkan jantung yang bergejolak makar.

Ah, masih sama!
Menghalau rindu adalah hobiku.
Membunuh sekuntum benih yang mekar di jantungku adalah sebuah pilihan.
Daripada akarnya menghunjam erat di dasar jantung, lebih baik pagi ini tiada.
Biar sesak luruh bersama sepoi angin yang melipur jantung yang gundah.
Dan tiada lagi menderu sesal karena tak pernah berani mengungkap lebih awal, tiada pada tempat dan waktu yang tepat, karena terlalu dini.

Ah, masih sama!
Kau begitu pandai menggodaku untuk bersimpuh, luruh.
Kau begitu pandai berbisik padaku untuk mengalah.
Dan aku tak mau, akan kutinggikan bentengku.
Aku tak mau mengibarkan bendera putih untuknya, walau hanya sedetik.
Cukup sudah!
Kalau sampai waktuku, dengan indahnya ia akan menjemputku dan menjadikanku suri di surganya.
Kuharap kau mau mengerti….

*ketika aku masih saja menggambar wajahnya di hatiku J


Kamis, 12 Juli 2012 0 komentar

RED OCEAN: A review about the banking (Conservatism Versus Aggressive)


I think something wrong with this business. Ok, we discuss about banking . I’d ever studied management strategic in my university. We can call this business—banking—is in the peak graphic. I write this situation because I face many conditions that make me realize a phenomena. TAKE OVER is common phenomena in this business. And then, I feel ‘not in good condition’.

Ok, as we know, bank is an intermediary institution which delivers money from people that excess of money to people that lack of money. Banks get fee from this service such as interest, provision, administration fee, fee from cordage of collateral, etc.  So, easily, we can call bank as ‘bridge’ for debtor and creditor.

Long ago, bank is in good condition when there are only a few banks. Bank is in glory because bank can get many fees from debtor and bank depends on interest—we called conservatism. Nowadays, bank depends on fee based income (FBI) because information and technology grow rapidly so accelerate this business changing. Bank can’t depend on interest, so bank must have a research and development to create a new product that can give source of income. But, undeniable that bank affectively depends on interest. Interest is the greater source of income better than FBI. So, many banks have a target to be aggressive.

So, TAKE OVER is common in this business. We realize that bank grows rapidly and in other condition debtor or entrepreneur does not grow in the same line—not linear. Entrepreneur appears one by one because break fresh ground—business—is not easily. Consequently, bank always take over debtor from one bank to another bank. I seldom meet a business that really new to be financed by bank. I remember about my subject in my university—blue ocean strategy—a business that really new, but business that to be financed by bank is not really new. So, we meet red ocean strategy in banking so account officer (AO) that have a role to be marketer must be bleed. Many of them are stress because of this condition and they have target to be achieved. If they do not achieve, they will go home (get the sack). How pity they are!


*curhat dan mencoba belajar untuk menulis dalam bahasa Inggris
Selasa, 10 Juli 2012 0 komentar

RESENSI CATATAN HATI DI SETIAP DOAKU-ASMA NADIA DKK


Oleh: Mila Mawaddah

Catatan Hati Di Setiap Doaku adalah buku National Best Seller yang ditulis secara keroyokan oleh Asma Nadia beserta anggota milis pembacaasmanadia@yahoogroups.com dan alumni AsmaNadia Writing Workshop. Sebelumnya buku ini berjudul Catatan Hati di Setiap Sujudku, lalu karena ada beberapa revisi/tambahan isi maka diganti judulnya. Menilik sekilas, gaya penulisan buku ini semacam chicken soup sehingga pembaca mudah larut dalam alur cerita demi cerita yang tersaji di setiap bagiannya dan bahasanya mudah dipahami. Apalagi, isinya juga masalah sehari-hari yang mungkin kita jumpai di sekitar kita. Yang jelas, tetap ada ibroh (hikmah) yang bisa kita petik dari setiap kisahnya. Di sisi lain, pembaca jadi makin tahu mengenai waktu-waktu ijabah doa, amalan-amalan yang menyebabkan doa dikabulkan, kisah-kisah berhikmah, dsb.

Buku ini dibuka dengan tulisan dari Asma Nadia yang berjudul Catatan Doa Seorang Istri. Tulisan pertama ini berisi tentang seorang istri yang tetap sabar dan setia walau suaminya selingkuh dengan wanita lain dan berakhir bahagia karena akhirnya suaminya bertaubat. Sang Istri yakin bahwa Allah mungkin tak selalu memberi yang kita inginkan, tapi Dia selalu menyediakan yang kita butuhkan.

Selain itu, ada kisah menarik lainnya mengenai bisa pergi ke tanah suci hanya dalam kurun waktu 13 bulan sejak menabung pertama.

“ Jangan memaksa kehendak, tetapi menunjukkan keinginan yang kuat itu penting. Menabunglah! Ida akan lihat hasilnya di luar perhitungan. Percaya itu. Jangan hitung rezeki ALLAH dengan kalkulator manusia, ALLAH punya kalkulator yang jauh lebih canggih. “ Subhanallah!

Tulisan favorit saya di buku ini berjudul Doa Sang Pendaki yang ditulis oleh Aeron Tomino (adik Asma Nadia) yang isinya mengenai 4 ABG SMA yang mendaki Gunung Ciremai yang terkenal angker. Nahas, ketika turun gunung, keempat senter yang mereka bawa tidak bisa menyala padahal cuaca tak bersahabat, hujan deras, petir dan kilat sahut-menyahut. Parah, keempat laki-laki tersebut akhirnya terjatuh ke jurang, dua hari mereka berdiam karena tubuh mereka tidak bisa digerakkan, luka di sekujur tubuh, membeku oleh dinginnya cuaca gunung ciremai, berasa hampir mendekati ajal. Alhamdulillah Allah mendatangkan bantuan lewat regu penolong sehingga akhirnya mereka tertolong.

Ujian dan cobaan adalah proses menuju jenjang yang insyaAllah lebih baik jika kita mengetahui bagaimana harus menyikapinya.

Melalui buku ini, pembaca bisa belajar mengenai amalan-amalan yang menyebabkan doa dikabulkan yakni dengan banyak ber-istighfar, sholat sunah rowatib, dhuha, taubat, hajat, tahajud, witir dan shoum. Ketika kita punya hajat, yang kita mohon jangan hajat kita sendiri, tapi juga mohon keyakinan dari sisi-NYA, mohon dapat keagunganNya, keluasan kekayaanNYA, sehingga kita tentram dan jauh dari ragu. Serta ingatlah Hadist Qudsi: Jika dia mendekat padaKu sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasata. Jika dia mendekat padaKu sehasta, maka aku akan mendekatinya selengan. Jika dia mendekatiKu dengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari. Setelah berikhtiar dan berdoa, maka kita harus tahu bahwa ALLAH mengabulkan doa dengan 3 cara: langsung dikabulkan, ditunda, diganti dengan limpahan rahmat yang lain. Dan jangan lupa untuk meminta dipilihkan yang terbaik oleh Allah untuk segala urusan kita.

Hal yang masih sering membuat saya risih adalah kenapa buku terbitan Asma Nadia selalu menampilkan fotonya, entahlah saya merasa kurang suka, mungkin lebih tepat jika ilustrasi saja.

Buku ini cocok untuk menemani waktu senggang kita. Happy reading!

Hasbiyallah wa ni’maal wakiil, cukuplah Allah bagiku dan Dia-lah sebaik-baik Zat yang mengurus.

Judul                                     : Catatan Hati Di Setiap Doaku
Pengarang                          : Asma Nadia
Tahun Terbit                      : 2012
Penerbit                              : Asma Nadia Publishing House
Jumlah Halaman              : 253
Kategori                               : Nonfiksi

Gunung  Sahari, Jakarta Pusat, 7 Juli 2012


ini nih, akhirnya sama penulisnya, resensiku di upload di FB-nya dan di upload di twitter juga (lewat @penerbitANPH), seneng :D





oya, mampir ke sini sob: ada novel menarik dari toko buku afra semisal da conspiracao novel berlatar sejarah Islam di Sumbawa, diskonnya pun juga bikin ketagihan. 

http://www.tokobukuafra.com/da-conspiracao-afifah-afra?tracking=513ebafb39e93

 
;