Selasa, 14 Agustus 2012

My Name is Alien


Pagi ini sungguh terasa menggebu-gebu. Semangat memelukku erat. Lunas sudah. Apa yang kuharapkan tersambut. Pagi ini pula aku mulai mengenalmu.

“Oh ya, siapa namamu?” seruku.
Kau menoleh. “Perkenalkan namaku Alien.”

Sontak aku mengeryitkan dahi. Aku hanya tersenyum. Jiwa melankolisku masih menari-nari, menyembunyikan rasa ingin tahuku yang terlanjur buncah.

“Aku Dara,”kataku sambil tersenyum simpul.
“Oya, anggota baru ya? Sudah berkenalan dengan pejuang sosial yang lain?”sahutmu renyah.
“Aku sudah berkenalan dengan Raiya, Tiwi, dan Awan,”sahutku tak kalah antusias.
“Selamat bergabung dengan rubel1 ini. Oya, si Raiya dan Tiwi naik mobil, mungkin kamu bisa nebeng mereka. Aku dan Awan naik motor,”kata Alien.
“Oh, makasih. Aku ntar naik angkot aja,”sahutku dan masih tersenyum.
“Kami juga masih mau menjenguk saudara di kecamatan sebelah,”sahut Tiwi sopan.

Dan tak kalah terkejut juga, ternyata mereka—si Raiya dan Tiwi—membawa mobil. Oh, walau mereka berasal dari kaum borjuis, mereka masih menyingsingkan lengan baju untuk rubel ini. Rubel yang berdiri atas sokongan pundi-pundi uang dari mahasiswa dari seluruh fakultas di kampus kami di timur Jawa Dwipa, yang masih peduli dengan fakta sosial di sekitar kampus yang tak terelakkan.

--0O0—

Sudah hampir setahun aku berharap bisa bergabung. Sewaktu aku melihat brosur itu, aku sungguh ingin bergabung. Tapi waktu itu, aku hanyalah mahasiswa kupu-kupu2. Aku terlalu khawatir jika target IP semesterku tidak tercapai. Makanya aku hanya membatasi bergabung di salah satu UKF3. Dan hasratku terbentur oleh target ambisiusku. Kala itu, bergabung mengabdikan sebagian waktu untuk aktivitas sosial adalah sebuah impian dan tak tahu kapan terengkuh.

Probabilitas itu datang setahun kemudian. Aku melihat sebuah pamflet tertempel di sepanjang koridor fakultas. Aku berniat bergabung. Aku mengikuti wawancara. Alhamdulillah terpilih sebagai kakak asuh. Setidaknya aku sudah sedikit bosan menjadi koordinator, lebih baik menjadi staff yang terjun langsung ke lapangan.

Aku berangkat pagi-pagi. Langit pagi itu cerah seakan menyambut hatiku yang sedang merekah. Aku sudah membayangkan adik-adik yang lucu-lucu. Setidaknya aku ingin mengabdikan sebagian waktuku untuk berbagi. Memang waktu itu aku hanya bisa berbagi tenaga, belum sanggup untuk berbagi materi. Aku masih harus ditopang beasiswa dan berusaha mandiri dengan menjadi guru les. Dari sinilah, aku tahu, bagaimana rasanya hidup menjadi kaum proletar. Dan aku ingin berbagi. Itu saja!
Namun, takdir berkata lain. Aku mengenal seseorang yang bagiku aneh. Kenapa aneh? Bagaimana bisa orang tuanya memberikan nama Alien? Alien kan makhluk asing dari luar angkasa. Entahlah, waktu itu apa yang dipikirkan oleh orang tuanya sehingga memberikan nama unik itu padanya.

--0O0—

Di hari minggu yang cerah. Kau membuka aktivitas di rubel ini dengan ceria. Mengajak adik-adik untuk berdoa sebelum memulai aktivitas pagi ini—belajar menjelang Ujian Nasional. Kau mengajak mereka untuk fokus pada ujian. Dan kami pun berpencar membentuk kelompok-kelompok kecil sesuai dengan instruksimu. Kali ini kita belajar bersama dengan adik-adik. Mencukur habis semua soal. Membahasnya sampai kelar. Berjibaku dengan tingkah polah mereka.  Ada yang serius, ada yang penakut—sedikit-sedikit menghapus jawaban padahal benar—ada yang jahil, ada yang malas dan harus dimotivasi untuk mengerjakan.

Ah, nahas. Ingatanku…. Aku lupa beberapa rumus matematika kelas 6 SD. Terpaksa aku melihat kunci jawaban. Malu. Tapi ini kenyataannya. Selama hampir empat semester aku bergelut dengan angka-angka—sejenak bergelut dengan matkul matematika ekonomi dan statistika. Tapi tak jua membantu ingatanku yang karatan. Mungkin sudah tertindih dengan ilmu akuntansi yang katanya the language of business.

Aktivitas pagi ini kita tutup dengan doa. Lalu mengajak adik-adik sedikit meregangkan otot sejenak. Mengajak adik-adik berjibaku dengan angin dan kawan-kawan mereka sesama anggota rubel. Yak, kita bermain engklek. Permainan yang mungkin sudah dilupakan oleh sebagian orang. Setelah matahari semakin riang dan mencubit kulit. Kita istirahat dan membagikan air mineral dan snack. Lalu pulang dengan riang.

Dan aku pun, tahu namamu…

--0O0—

“Saya ingat pertama kenal kamu di rubel di timur Jawa Dwipa ya?”

Katamu malam ini lewat bbm. Dan hatiku pun lumer.

Kenapa kau datang di duniaku, Alien?



Note:
1.       Rubel = rumah belajar
2.       Mahasiswa kupu-kupu= kuliah pulang kuliah pulang
3.       UKF = Unit Kegiatan Fakultas


0 komentar:

Posting Komentar

 
;