Rabu, 29 Agustus 2012

THE REAL GAJAYANA, ISN’T IT?!


Sore itu tgl 16 Agustus 2012, aku berangkat lebih awal. Dengan ditemani abang ojek. Kami membelah jalanan kota Jakarta dengan 1 tas backpack, 1 tas jinjing gedhe, 1 kardus, 1 kresek buah dari Pak Dayat. Hwaaaa gimana bawanya? Seneng banget jalanan Jakarta sore itu sepi sehingga saya dapat dengan leluasa menikmati indahnya kota Jakarta J (kalo lagi sepi). Saya akan pulang kampung ke Jawa Timur dengan menggunakan moda transportasi kereta api tepatnya kereta Gajayana lebaran yakni satu rangkaian kereta tambahan.

Perlu diketahui biasanya Gajayana beroperasi sehari sekali yakni berangkat jam 17.30. Namun berhubung sekarang lebaran, PT KAI Persero membuat kebijakan baru dengan menambah 1 rangkaian kereta Gajayana yang diberangkatkan pukul 19.00. Saya dapat kursi di gerbong eksekutif 1 no 6C. Kereta datang. Ekspektasi saya langsung hancur lebur. Bagaimana tidak?! Saya sudah pernah beberapa kali naik kereta api Gajayana yang asli dan fisik, lay out, service Gajayana lebaran sungguh jauh berbeda. Bukan masalah saya berharap lebih. Mengutip kata teman saya mengenai kereta Gajayana Lebaran,”Rego gak gowo rupo.” HARGA TAK MEMBAWA RUPA. Tentu saja kami shock!




Sampe saya nge-twit seperti berikut:
Kereta eksekutif citarasa ekonomi | disetelin lagu dangdut | gerbongnya gak sebagus biasanya | namanya kereta tambahan | harus ikhlas :)

Alhamdulillah pukul 19.30 lagunya diganti lagu pop n barat. Sometimes dangdut is annoying me….

Mari kita bahas satu per satu:
-          Fisik
Kelihatan sekali kalo gerbongnya masih baru saja di cat, namun kentara sekali gerbongnya tak sebagus Gajayana yang asli (baca: bukan tambahan)
-          Lay Out
TV nya kecil tak selebar di Gajayana yang asli dan pilihan warna cat gerbong kurang menarik dan cenderung kusam.
-          Service
Sangat lambat! Pernah makanan sudah datang lebih awal namun makanannya tidak fresh. Minumannya datang 1 jam kemudian. Gimana gak seret?

Lalu kita bandingkan dengan foto-foto berikut: Gajayana yang asli



Dari kedua jenis kereta ini memiliki ciri khas yang sama: TERLAMBAT alias tidak tepat waktu. Padahal biasanya lumayan mendekati tepat waktu.
Rata2 melenceng dari jadwal di tiket sekitar 1-2 jam. Walhasil saya telat datang ke kantor pas tanggal 23 Agustus 2012.

Semoga ke depan pihak PT KAI Persero memperbaiki layanan sehingga tidak mengecewakan pelanggan. Sekian. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
;