Selasa, 11 September 2012

BATAS TIPIS REALITA DAN UTOPIA


Baiklah, kali ini saya berbagi tentang sebuah realita. Realita mengenai  sebuah dilema memegang idealisme ato mengenyahkannya hingga lantak.

Well, akhir2 ini saya mendapati kenyataan bahwa dunia kampus dan dunia kerja, diantara keduanya ada batas. Batas yang merupakan suatu fase abu-abu. Kenapa? Karena di sanalah kita mulai memutuskan sebenarnya seperti apakah nanti yang kita inginkan. Dalam fase ini, masukan-masukan baik secara internal maupun eksternal sungguh mujarab. Tengok kanan, tengok kiri. Fase infiltrasi secara halus pun menggelinjang masuk ke syaraf-syaraf bawah sadar.

Pada fase abu-abu. Bisa didapati sebuah kumpulan atau bahkan himpunan kepala-kepala yang dipenuhi dengan ekspektasi dan preliminary judgement. Ekspektasi setelah mendapat gelar sarjana akan melanjutkan studi S2/bekerja di sebuah perusahaan yang bonafid/berkarya mandiri/memilih menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya (*yang terakhir dikhususkan untuk wanita). Preliminary judgement adalah apakah saya bisa meraihnya? Kalo tidak, bagaimana? Ato, lebih baik saya menyerah saja?

Pada fase-fase ini, embrio-embrio keputusan mulai kuncup. Dan saat memasuki fase dunia kerja bermekaran. Di sinilah pertarungan antara idealism dan need bertarung hebat.

Idealism yang dikandung semenjak awal  kuliah ato lebih awal dari ini, may be sejak SMP ato bahkan SMA. Lalu need yang dibutuhkan dalam waktu dekat adalah mandiri secara finansial. Yeah, akhirnya memang akan ada batas di antara keduanya: realita dan utopia.

Realita ketika idealism-yang kamu pegang erat-tetap kamu pegang, bahkan makin kenceng.

Utopia ketika idealism yang kamu tanam, semai, siram, pupuk menguap, mengering, gersang, mati ditelan need yang semu itu! Oh, alangkah sedihnya T_T

Dan, kalian bisa memilih menjadikan semua ekspektasi di fase abu-abu itu sebagai realita atau utopia. Kepuasaan gak akan pernah bohong. It works beib :)

Di malam yang sunyi, kudapati berbaris rapi pengejar utopia,
Aku baru saja tahu akan kabar itu,
Dan membuat hatiku sesak,
Aku ada di antara mereka,
Dan beberapa orang yang kukenal baik latar pemahamannya,
Ikut berderet rapi,
SADIS!


0 komentar:

Posting Komentar

 
;