Minggu, 02 September 2012

Berburu di Belantara Taman Wisata Alam Angke (part 1)


Bagi kami, traveler sejati :D Berburu destinasi wisata yang langka bin ajaib adalah keharusan. Maksudnya langka adalah bukan destinasi wisata yang umum dikunjungi oleh sebagian besar traveler, tetapi juga bukan destinasi wisata yang tidak menarik. Well, hari minggu yang cerah ini, Alhamdulillah kami (saya dan teman saya—Myva) berkesempatan mengunjungi Taman Wisata Alam Angke.

Dengar kata Angke, kesannya kok angker?

Mari kita kulik sejarahnya… asal muasal nama Muara Angke!
1.       Adalah sungai tempat pasukan Tubagus Angke bermarkas kemudian dikenal sebagai Kali Angke dan daerah yang terletak di ujung sungai disebut Muara Angke.
2.       Berasal dari bahasa Hokkian, “ang” yang berarti merah dan “ke” yang berarti sungai/kali. Tahun 1740, Belanda membantai 10.000 orang Tionghoa di Glodok, yang membuat warna air di Kali Angke merah bercampur darah.
3.       Berasal dari kata Sansekerta, “anke”, yang berarti kali yang dalam.

Wow, poin yang ke-2 asal muasal dari Muara Angke ini membuat kami bergidik. MasyaAllah, ini namanya penjajahan emang kejam (genosida). Ok, cukup tahu sobat. Kita bahas traveling aja yuk J

Saya janjian dengan sahabat saya di Stasiun Angke lalu mengisi bahan bakar sebentar dengan buryam :p Lalu kami naik angkot merah BO2 ke arah Jembatan Dua (Rp 2000), oper naik angkot merah lagi BO1 (Rp 3000) ke arah Pizza Hut/Jl. Muara Karang Barat/Kompleks Mediterania—kawasan elit itu loh sob, oper lagi naik U11 angkot warna merah (Rp 3000) ke Taman Wisata Alam Angke.

Rencananya sih kami mau ke Suaka Margasatwa Angke tetapi berhubung kami tak punya ijin masuk dan bukan mahasiswa yang sedang penelitian di situ. Cukup ngelihat-ngelihat aja dan terbelalak ketika tahu sejarah Muara Angke yang terpampang di Papan Informasi. Tak bisa masuk, kami pun tak patah arang dan berniat menuju Taman Wisata Alam Angke yang memang dikomersikan. Gengsi kami tinggi. Jalan kaki rencananya ke Taman Wisata Alam Angke, soalnya katanya 100 meter (menurut mahasiswa yang sedang penelitian mengenai primata di Suaka Margasatwa). Sudah berjalan lama, gak nemu2 tempat yang dimaksud. Saya pun menyangsikan apa kata mahasiswa tersebut, may be dia sudah lupa kali ya jarak 100 meter itu seberapa. Walhasil kami naik angkot dan kami menyimpulkan bahwa jaraknya 2 KM lebih! Bisa gempor nih kaki kalo jalan di siang hari pula…

Kami pun akhirnya bisa berburu di belantara Taman Wisata Alam Angke. Banyak kami temui rombongan-rombongan ataupun pasangan yang mengunjungi tempat ini. Hanya dengan Rp 10.000 saja, Sobat bisa masuk loh….

Nih, aku kasih bocoran kondisi di dalam Taman Wisata Alam Angke

 mangrove_wisata hutan bakau

villa bernuansa alam

buat outbond ringan nih

ayo nyalakan api unggunnya

tenda permanen, siapa yg mau kemah di sini?

menikmati semilir angin di hutan bakau

masjid Al Hikmah yang keseluruhan terbuat dari kayu, subhanallah :)

Sampai jumpa di postingan berikutnya J
Semoga bermanfaat :D

*sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain

0 komentar:

Posting Komentar

 
;