Kamis, 13 September 2012

Filosofi Ketupat Yang Biasa Meramaikan Hari Raya Idul Fitri


Apa sih yang paling spesial saat di Hari Raya Idul Fitri? Yup, ketupat sayur :p



Yuk, kita kulik gimana sih sejarahnya ketupat yang biasa meramaikan hari raya idul fitri kita :)

Berikut menurut Wikipedia:
Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada saat perayaan Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa.

Makanan khas yang menggunakan ketupat, antara lain kupat tahu (Sunda), Grabag (kabupaten Magelang), kupat glabet (Kota Tegal), coto makassar (dari Makassar, ketupat dinamakan Katupa), lotek, serta gado-gado yang dapat dihidangkan dengan ketupat atau lontong. Ketupat juga dapat dihidangkan untuk menyertai satai, meskipun lontong lebih umum.

Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Brunei, dan Singapura. Di Filipina juga dijumpai bugnoy yang mirip ketupat namun dengan pola anyaman berbeda. Ada dua bentuk utama ketupat yaitu kepal bersudut 7 (lebih umum) dan jajaran genjang bersudut 6. Masing-masing bentuk memiliki alur anyaman yang berbeda. Untuk membuat ketupat perlu dipilih janur yang berkualitas yaitu yang panjang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.



Tradisi ketupat (kupat) lebaran menurut cerita adalah simbolisasi ungkapan dari bahasa Jawa ku = ngaku (mengakui) dan pat = lepat(kesalahan) yang digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam mensyiarkan ajaran Islam di Pulau Jawa yang pada waktu itu masih banyak yang meyakini kesakralan kupat. Asilmilasi budaya dan keyakinan ini akhirnya mampu menggeser kesakralan ketupat menjadi tradisi Islami ketika ketupat menjadi makanan yang selalu ada di saat umat Islam merayakan lebaran sebagai momen yang tepat untuk saling meminta maaf dan mengakui kesalahan.

Kalo menurut Ust. Salim A. Fillah lewat twitter:
Kupat; ngaku lepat, mengakui kesalahan. Segala taubat tersusul perbaikan diri, sebagaimana Adam, termula dari hal ini

Oya, ada nama2 unik loh mengenai variasi nama ketupat dari berbagai daerah:
§  bahasa Bali: tipat
§  bahasa Banjar: katupat
§  bahasa Betawi: tupat
§  bahasa Cebu: puso
§  bahasa Filipino: bugnoy
§  bahasa Jawa: kupat
§  bahasa Kapampangan: patupat
§  bahasa Makassar: katupa
§  bahasa Melayu/Indonesia: ketupat
§  bahasa Sunda: kupat
§  bahasa Tausug: ta’mu
§  bahasa Tolitoli: kasipat
§  bahasa Minangkabau: katupek
§  bahasa sasak: topat

Selain ketupat, lewat twitter, Ust. Salim juga membahas mengenai makna lepet dan apem, yuk kita simak…

Lepet: eleke disilep sing rapet, segala cela saudara & sesama hendaklah kita rahasiakan, maka Allahpun menjaga aib kita.





Apem: Akhire Bakal Dipendhem; sejatinya hidup adl u/ beramal; mempersiapkan bekal & pelita bagi sepi & gelapnya kubur.

Berikut variasi apem yang berwarna-warni sekaligus yummy, slllrrrp….







Oke, sampai jumpa dalam berbagi selanjutnya… 

0 komentar:

Posting Komentar

 
;