Minggu, 02 September 2012

Mengapa Rindu?


Mengapa rindu ini perih?
Jangan kau tanya apa penyebabnya, aku pun juga tak tahu.
Kepingan-kepingan itu berkelindan membentuk hidupku, membuatku mengingat akan fase-fase itu.
Jika aku mau, ingin aku melesat dengan kecepatan.
Bahkan dengan percepatan.
Untuk menghapus semua kerinduan yang terlanjur mengakar di dalam sanubari.

Tapi, rindu itu fitrah. Ya aku tahu.
Butuh pengendalian internal untuk menjaganya.
Kadang, perlu sekali-kali dilakukan preliminary test lalu substantive test?
Biar proses audit itu menamparku dan aku sadar,
Akan sebuah proses.

Dan semoga kelak, aku bisa tersenyum.
Seperti senyum-senyum tulus yang telah diberikan dalam kehidupanku J
Senyum itu pun menular, menjadi penyala dalam langkah.
Menghapus kusam lembar-lembar hatiku dan hatimu.

Bila senyum itu adalah makhluk, akan aku gandeng dan dekap di setiap mata terbuka.
Biar enyah semua lara…

0 komentar:

Posting Komentar

 
;