Senin, 03 September 2012

One Step Closer: Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk (Part 2)


Kali ini, saya akan mengajak sobat untuk mengenal lebih dekat, Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, one step closer.

Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk terletak di Kapuk Muara, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. TWA Angke Kapuk merupakan wisata alam mangrove. Menurut brosur yang kami terima di loket pintu masuk, deskripsinya sbb:

Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk kegiatan wisata alam dan berpusat pada pengembangan ECOTOURISM. Luas Area TWA Angke Kapuk seluas 99,82 Ha. Merupakan type lahan basah yang didominasi vegetasi utama mangrove. Kawasan tersebut telah berubah menjadi tambak dan telah direhabilitasi tanaman mangrove 40% tindakan, pelestarian, dan penanaman kembali hutan mangrove. Di Jakarta sangat dibutuhkan karena fungsi dan manfaatnya yang sangat strategis bagi pesisir pantai ibukota Indonesia, mencegah instruisi air laut ke daratan dan juga berperan dalam meredam bencana banjir karena satu gram lumpur mampu menyerap tiga gram air.

Di TWA ini, kami menemukan vegetasi yang dulu hanya kami hafal ketika masih di bangku SMA seperti api-api (Avicenia sp.), Bidara (Sonnetaria caseolaris), dan bakau (rizhopora mucronata dan rizhopora stylosa). Kami hanya menemukan beberapa spesies fauna seperti ikan dan burung. Selebihnya kami hanya mendengar kecipak-kecipak air yang tersibak. Saya menduga ular air. Well, tak perlu khawatir, jarak air dan jalan yang terbuat dari kayu ini lumayan jauh.



Oh ya, mayoritas pengunjung datang ke wisata ini dengan menggunakan sepeda motor dan mobil. Kami? Cukuplah berjalan kaki dan naik angkot, hoho, modal nekad, pantaslah kami disebut backpacker sejati :p Makin legam, makin eksotis, hehe…

Pengunjung juga bisa menikmati wisata air. Sebagai ilustrasi. Biaya untuk naik perahu dengan kapasitas 6 orang berbiaya Rp 150.000-Rp 200.000. sedangkan Kano Rp 50.000/45 menit. Rencananya kami mau mencoba mendayung dengan kano berdua. Alamak, matahari sangat terik! Dan kami belum makan siang. Walhasil kami urung mencobanya.



Alternative lain pun bisa dicoba misalnya:
1.       Berkemah
Ada tenda permanennya loh buat berkemahmu makin ciamik. Apalagi di dalamnya sudah ada kasur. Berkemah berasa di kamar sendiri. Apalagi toiletnya juga lumayan bersih. Namun biayanya lumayan lah minimal Rp 300.000/camping/malam, dengan spesifikasi untuk 2 orang plus sarapan pagi.

tenda tampak dalam

2.       Pemotretan, pendidikan, dan penelitian
Perlu sobat tahu, jika sobat datang ke TWA ini dengan menggunakan kamera saku atau semacam DSLR dikenakan biaya Rp 500.000 entah pemotretan itu untuk keperluan prewed, pribadi, model professional. Untuk amannya pake aja kamera HP dengan berbagai merek, tidak dipungut biaya alias GRATIS.
3.       Penginapan, pondok alam dan rekreasi keluarga
Bila sobat beserta keluarga ingin menginap, setidaknya minimal menyiapkan uang sebesar Rp 1.300.000/malam/rumah dengan spesifikasi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi shower, ruangan AC, makan pagi untuk 4 orang (Pondok Alam Rhizopora 1,2,3)

villa di atas air
4.       Penanaman mangrove
Dengan biaya Rp 150.000 per orang dengan fasilitas buget satu kaos, makan siang, dan 2 pohon bibit mangrove
5.       Penanaman nostalgia
Dengan biaya Rp 500.000/orang dengan fasilitas 1 kaos, 1 pohon bibit mangrove, dan papan nama. Kalo ada papan namanya mah namanya narsis!

Adapun cara mencapai lokasi:
a)      Dari arah tol bandara Soekarno-Hatta, keluar tol arah Kapuk Muara, Pantai Indah Kapuk arah Waterboom, Golf dan Garden House- TWA
b)      Dari Pluit keluar Muara Karang masuk Pantai Indah Kapuk terus ke RS PIK, Waterboom, Golf dan Garden House- TWA
c)       Dari Tol JORR Lingkar Barat keluar Kamal terus ke Jalan kamal Raya, masuk kompleks Elang Laut, PIK arah Waterboom, Golf dan Garden House- TWA

Selamat berlibur, salurkan informasi yang berharga ini untuk sobatmu tercinta. Salam hangat J

pembuat jejak

2 komentar:

WF mengatakan...

punten mbak, mau tanya sekaligus memastikan..
jadi TWA dan Suaka Margasatwa itu berbeda ya? lalu untuk masuk ke SM Muara Angke perlu perizinan khusus sementara untuk masuk ke TWA terbuka untuk umum? soal kamera, benar2 hanya diizinkan kamera hp saja? terakhir, untuk tempat duduk2 atau makan apakah di sana ada? terima kasih sebelumnya :)

Mila Mawaddah mengatakan...

iya berbeda mbak. Kalo yang saya datangi ini TWA-nya mbak. Kalo ke Suaka Margasatwa harus ijin dari Dinas terkait untuk tujuan penelitian biasanya... kalo TWA memang terbuka untuk umum. kalo ke TWA, kamera HP gak bayar mbak, kalo kamera SLR harus bayar... tempat makan paling adanya mie instan mbak... sama2 mbak, makasih sudah mampir :)

Posting Komentar

 
;