Jumat, 02 November 2012

Sebatang Ilalang


Sebatang ilalang yang bertemankan kunang-kunang yang senantiasa berpendar buram selalu kacau bila angin yang kuat dan bengis datang mendesau murka. Pohon-pohon besar, batu, tanah, air, semak-semak, bebungaan ikut gelisah namun tak sepayah ilalang. Bahkan pohon-pohon yang akarnya menhunjam kuat tidaklah risau. Lalu, bagaimana kabar ilalang? Hampir keriput seluruh batang tubuhnya, luruh. Ilalang gemetar, takut tercerabut dengan akarnya yang lemah. Ilalang bersenandung lirih mengembunkan asa ke angkasa dan langit pun memeluk citanya erat. Langit menyimpan asa cita dalam lorong-lorong menunggu apakah akan dikabulkan saat ini, diganti dengan hal lain yang lebih baik, dikabulkan untuk masa depan? Ilalang tetap bersabar. Ilalang yakin, setelah hujan akan ada pelangi yang indah mewarnai di setiap jalan dan enyah semua risau. Karena ilalang yakin, semua akan indah pada waktunya J

0 komentar:

Posting Komentar

 
;