Sabtu, 16 Maret 2013

Dinas di Kudus 6 Hari = Wisata Kuliner



Saat saya dinyatakan bertugas di Kudus selama sebulan, saya segera searching.  Tempat apa yang bisa saya kunjungi di sana. Ternyata ada kejutan lain, apa coba? Enam hari kerja di Kudus berasa kerja sambil wisata kuliner, bagaimana bisa? Ya, sangat bisa karena setiap makan siang dan makan malam mencoba makanan khas kota kretek ini sementara kalo breakfast di hotel tempat kami menginap.
Berikut ini daftar menu yang saya coba satu per satu di Kota Kudus. Cobain ya kalo sobat sempat berwisata di kota kretek ini….




1.       Pindang Kerbau

Lunch pertama di kota Kudus, kami ditawari oleh teman kami untuk mencoba Pindang Kerbau yang ada di Simpang Tujuh Kudus. Konon katanya di sini merupakan angkringan pindang Kerbau paling lezat senatero Kudus. Sayangnya saya lupa nama warungnya dan tidak sempat memotret karena tersihir oleh kelezatan dan keunikan makanan satu ini.
Cara menghidangkannya pun unik, di atas piring di alasi dengan daun pisang, lalu nasi dan pindang kerbau dituangkan ke piring. Pindang kerbau ini seperti soto yang sangat kental kecoklatan dan ada daun melinjonya. Sekilas mirip dengan sayur asem khas Jakarta yang kecoklatan. Bedanya Pindang Kerbau ini ada daging Kerbaunya. Satu porsi hanya akan membuat Anda kenyang sesaat karena porsinya yang kurang full J Dijamin Anda bakal nambah :p




2.       Garang Asem


Satu lagi makanan khas Kudus yang bikin saya melongo ketika makanannya dihidangkan. Bagaimana tidak? Porsi super jumbo terhidang di meja. Satu bungkus daun pisang isi garang asem ini bisa dinikmati oleh 2-3 orang. Saya hanya berpikir. Bisa-bisa saya berubah size-nya nih kalo gak mengontrol makan saya :D
Ternyata eh ternyata, garang asem itu bothok ayam dibumbu blimbing wuluh plus kelapa parut plus pedasnyooo. Lah, itu Ibuk saya juga kadang bikin di rumah (Nganjuk, red). Kalo rasa maknyuss, katanya Pak Bondan Winarno pernah makan di warung Pak Jatmikan ini.
Lokasinya di daerah mana saya tak hafal, maklum baru beberapa hari di Kudus. Yang saya ingat, ada patung ayam di sisi kanan dan kiri pagar berwarna hijau. Kalau jam makan siang jangan ditanya, antrinya minta ampun. Ya kayak angkringan Pindang Kerbau tadi. Peminatnya mulai dari masyarakat sekitar sampai dengan karyawan kantoran bermobil. Dijamin maknyuss lah pokoknya. Seger-seger pedes!





3.       Soto Kudus
Soto Kudus itu unik dan imut. Bagaimana tidak? Mangkok-nya kecil dan sendoknya ceper. Mungkin wadah seperti ini dipilih untuk strategi marketing supaya konsumen nambah dan nambah lagi karena kurang kenyang. Soto Kudus ada soto ayam dan kerbau. Saya sudah mencoba kedua-duanya. Bedanya, kuah soto kerbau lebih pekat dibandingkan soto ayam.
Ini nih, saya berkesempatan memotret warung soto Kerbau di daerah Kaliwungu Kudus. Warung Ungu Karso-Karsi. Namanya unik ya? Tetapi sepertinya tak seramai pindang kerbau Simpang Tujuh Kudus.



Saya juga pernah bahas soto Kudus di blog saya ini.

4.       Swike Entog
Ketika saya ditawari untuk makan siang swike saya langsung jijay. Apa? Saya diajak makan kodok. Begidik deh…. Ternyata ketika dijelaskan bahwa swike yang dimaksud ini adalah swike entog yakni makanan berkuah kecap plus daging entog (hewan sejenis angsa, red) yang enaknya pas dan lunak. Tapi itu, banyak kolesterol sodara-sodara! Jadi ya dianjurkan setelah makan ini perlu dinetralkan dengan es degan/semangka/melon.
Adapun lokasi  dari warung ini nylempit bukan di jalan besar seperti 3 makanan di atas tetapi jangan salah. Penikmat dari swike entog ini banyak juga loh, bikin saya surprise dan menyadari kalau Kudus ini kaya akan wisata kulinernya loh sob!



Selain mencoba 4 makanan tersebut saya juga mencoba serabi notosuman dan pindang rapiah untuk pertama kalinya dalam hidup saya sobat :D
Oya, oleh-oleh yang terkenal dari Kudus itu Jenang Mubarok. Enak rasanya, ada banyak pilihan rasa moca, durian, nangka, dsb. Dijamin deh, bakal betah wisata kuliner di sini J
Well, untuk sementara itu dulu ya sob untuk info wisata kuliner di Kudus. Untuk obyek wisata saya hanya mengunjungi Masjid Menara Kudus untuk sholat Dzuhur saja. Pengennya ziarah makam Sunan Kudus dan Sunan Muria sekalian namun saya terhalang oleh waktu dan setiap weekend harus kembali ke Semarang. May be next time ya…
Salam wisata!






0 komentar:

Posting Komentar

 
;