Rabu, 03 April 2013

Tersandera Malam


Kau bilang,”Malam ini langit muram.”
Aku bilang,”Itu hanya rasa yang kau serap  sejenak, bentar lagi kan usai.”
Kau bilang,”Kau terlalu berasumsi dengan perasaan. Malam ini memang durja dan pongah menyandera sangkamu!”
Aku bilang,”Terserah kau sajalah! Perasaan juga butuh logika. Di sana banyak pendar bintang. Jangan-jangan hatimu makin rabun sehingga melihat kerlipnya pun tak bisa.”
Kau bilang,”Kau masih saja bersikeras, apa maumu?”
Aku bilang,”Aku hanya ingin berdamai dengan keadaan, berdamai denganNya. “


0 komentar:

Posting Komentar

 
;