Minggu, 03 November 2013

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin dan Lelaki Hipokrit

Sebenarnya sudah sejak lama saya mengidam-idamkan novel Tere Liye ini dan baru kesampaian membeli cetakan kesembilan, padahal awal kali terbit Juni 2010. What a pity I am :D


Dari judul, novel ini sungguh unik dan isinya pun lebih unik tepatnya complicated! Jarang-jarang Tere Liye menulis novel bergenre seperti ini—sudut pandang wanita—dan lagi-lagi sungguh melankolis. Saya menebak Tere Liye menulisnya saat masa-masa “galau” :D


0 komentar:

Posting Komentar

 
;