Minggu, 26 Januari 2014

Backpacker Nekad Edisi Floating Market Lembang: Waktunya Lupa Waktu

Dingin menyambut kedatanganku di bumi pasundan, Bandung. Jam menunjukkan pukul 03:30 dini hari. Seperti biasa, ngemper di stasiun Bandung adalah alternatif tepat untuk menunggu pagi. Sebelum Shubuh datang, aku buka tab-ku dan mulai googling destinasi wisata apa saja yang bisa kami kunjungi. Jiahhh, jadi sudah di Bandung tapi gak tahu mau ke mana aja? Makanya namanya backpacker nekad! Hehehe…

Pukul 6 lebih sedikit, wajah tirus itu datang menyeruak di antara wajah-wajah para kereta-ers di hari Minggu. Tra lala… My lovely brother dengan model rambut barunya :p

Sebelum backpacker-an dimulai. Isi perut dulu di warung yang tak jauh dari Stasiun Bandung. Lumayan lah dengan Rp 12.000 bisa dapat dua nasi dengan ayam dan ikan serta teh tawar hangat. Aku yang tak sabar bilang, kita ke floating market naik apa? Adikku menunjuk ke angkot warna putih tulang jurusan Lembang. Baiklah…

Perjalanan cukup lama sekitar 1 jam-an. Kami lebih banyak diam dan mendengarkan bahasa sunda yang terus terang membuat kami roaming. Sampailah kami di depan pintu gerbang floating market dengan di sambut billboard ukuran raksasa.



Jalan aja terus deh, sampai dipanggil oleh petugas tiket hahaha, gak kelihatan sih loketnya. 1 orang Rp 10.000 (kami sayangnya gak nukerin dengan welcome drink coffe atau milo, gak tahu sih).

Kemudian, jalan kaki masuk ke dalam. Kami ini termasuk wisatawan yang nyentrik. Gak pake kendaraan pribadi tapi angkutan umum adalah moda transportasi yang setia menemani ke mana saja kaki-kaki kami melangkah menikmati indahnya alam Indonesia….

Loh, kok malah bangunan joglo yang jadi ikon pintu masuk ke Situ Umar seluas 7,8 Ha yang sekarang lebih populer dengan nama FML (Floating Market Lembang). Ini juga unik, di tanah pasundan kok malah bangunan-nya joglo. Ini yang kami gak tahu kenapa di pilih temanya seperti itu…

Yak, pertama foto-foto… Terus terang pas ke sini rasanya bukan wow banget. Biasa aja sih, tapi karena ada wisata kulinernya tempat ini juga jadi menarik. Ketahuan banget kalo suka makan, mbem!



Konsep Wisata Pasar Terapung FML ini adalah desa wisata yang asri, sejuk, damai, dan lengkap. Kelengkapan fasilitasnya sangat ideal untuk tujuan wisata bersama keluarga. Anak-anak akan sangat menyukai tempat ini karena banyak fasilitas diperuntukkan bagi mereka.



Ada taman angsa.


Ada kampung leuit: kampung untuk menanam padi.


Ada banyak penjual di atas perahu, ini nih yang bikin unik. Aku pikir pasar apungnya itu pembeli juga harus naik perahu supaya bisa beli, bayanginnya seperti di pasar apung Kalimantan. Ternyata yang pake perahu cuma penjualnya.

Ini nih, mau milih jajanan apa aja? Ada arum manis, ada tutut (di Jawa namanya kol—baca o nya gak seperti baca bunga kol loh ya), ada sosis bakar, sate ayam kelinci sapi kambing, lontong jamur bakar, siomay, batagor, bakpao dan aneka jajanan lainnya. Lumayan mahal sih, tapi kapan lagi nyoba makanan-makanan yang belum pernah di coba.

Pertama nuker uang rupiah kita dengan uang koin sebagai alat tukar utama di FML ini, ini nih koinnya… Unik kan?


Kami pertama mencoba lontong jamur bakar, lalu si brother beli tut tut, trus kami memutuskan naik sepeda air, lumayan setengah jam ngantri bo!


Puas main sepeda air, mungkin orang-orang mengira kami pacaran atau bulan madu wkwk, padahal enggak!
Trus capek kan, makan lagi deh sate kelinci…

Sebelumnya saya terpesona sama kaktus yang imut dan lucu trus adik saya bilang gak usah beli deh, nanti gak bisa ngerawatnya malah mati. Efisien banget nih anak! Hahaha sorry bro…


Wisatawan yang mengunjungi FML ini gak hanya wisatawan dalam negeri tapi juga wisatawan mancanegara terbukti dari wajah bule dan bahasa asing yang mereka gunakan.

Akhirnya kami pun sholat Dhuhur di mushola masih areal FML dan siap melanjutkan perjalanan berikutnya. Tangkuban Perahu!

Summary Fasilitas FML:
Wahana Air, Taman Kelinci, Taman Angsa, Kampung Leuit, Kuliner
Resto, mushola, toilet bersih, tempat parkir luas
HTM: Ketentuan harga tiket masuk untuk week day sama dengan week end: Rp.10.000,-  (mendapatkan welcome drink).
Parkir dikenakan Rp. 1000 (untuk sepeda motor), Rp. 3 ribu (untuk mobil) dan Rp. 10 ribu (untuk bus)



1 komentar:

Java Sign mengatakan...

Wah seru ya... oya ini ada info hotel murah buat yg mau berkunjung ke Bandung.. http://dparagon.com/kost-eksklusif-dago-di-bandung/ .. semoga bermanfaat...

Posting Komentar

 
;