Minggu, 23 Februari 2014

Cintaku Hambar

Diantara wajah-wajah baru ku eja satu per satu,
Berusaha ku menangkap atmosfir guyub,
Wajah-wajah yang menunduk itu, kutangkap satu,
Elok!
Kau di antara yang berjejal melayani tamu agung,
Aku hanyalah kawanan tamu agung yang terpaksa menangkap wajah datar…
Bingar itu ketika aku menangkap wajahmu ada di kerumunan orang-orang yang melempar doa setiap pagi-pagi…
Sesekali kau mampir di rumah tamu agung yang kau layani kemarin, masih sama kau setor muka atau terkadang hanya mengambil beberapa lembar kertas berjejal perintah atau entah informasi yang akan dibaca atau tidak…
Wajahmu kutangkap lagi, ketika aku turun dari tangga…
Sepermili sekon degup-degup itu berpesta…
Lagi-lagi seperti biasa kau hanya menunduk…
Alam tak sanggup menyampaikan isyaratku padamu
Karena aku terlalu lirih menyampaikan rasa yang kini menyala hambar…
Karna kita hanya bagai medan yang kehilangan atau malah tak pernah berusaha memiliki gaya…

0 komentar:

Posting Komentar

 
;